Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 20 Mei 2019 - 15:28 WIB

Arab Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berbicara kepada media di sela pertemuan OPEC+ di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (19/5/2019) (Foto: AFP via VOA Indonesia)

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berbicara kepada media di sela pertemuan OPEC+ di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (19/5/2019) (Foto: AFP via VOA Indonesia)

Minyak Arab Saudi

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berbicara kepada media di sela pertemuan OPEC+ di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (19/5/2019) (Foto: AFP via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu (19/5), sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah.

Negara-negara produsen minyak bertemu untuk membahas cara menstabilkan pasar yang bergejolak di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika dan Iran di Teluk, yang mengancam akan mengganggu pasokan global.

Tetapi, “Kami melihat, persediaan minyak meningkat dan pasokan banyak,” ujar Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih kepada wartawan pada awal pertemuan itu.

Baca Juga |  Tersandung Hukum Siswa SMK Rejang Lebong Tidak Ikut Ujian

Menteri Energi UEA Suheil al-Mazrouei mengatakan tidak perlu melonggarkan kesepakatan kelompok OPEC+ untuk mengurangi produksi sampai 1,2 juta barel per hari guna menopang harga.

Pertemuan itu dilakukan beberapa hari setelah serangan sabotase terhadap tanker-tanker di perairan Teluk yang sangat sensitif dan serangan bom terhadap pipa minyak Arab Saudi – yang diklaim pemberontak Yaman yang bersekutu dengan Iran. Tetapi Falih hari Minggu menegaskan, instalasi minyak kerajaan itu dilindungi dengan baik.

Pertemuan itu juga terjadi sementara dampak penuh sanksi Amerika yang diterapkan kembali terhadap Iran, mulai berlaku, mengurangi ekspor minyak mentah republik Islam itu. Tetapi Iran – yang tidak mengirim wakil ke pertemuan itu – diperkirakan akan tetap mendominasi pertemuan satu hari kelompok OPEC + itu.

Baca Juga |  Media Asing Soroti Kemacetan Panjang di Brexit

Pertemuan akan ditutup dengan membuat rekomendasi bagi KTT produsen utama minyak pada akhir Juni, yang akan dihadiri Iran.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan “terlalu dini” membicarakan perpanjangan perjanjian itu, menurut kantor berita Rusia, Interfax.

Penurunan besar-besaran ekspor minyak Iran dan Venezuela terjadi bersamaan dengan penurunan produksi 1,2 juta barel per hari yang diberlakukan kelompok OPEC + itu sejak Januari.

Awal bulan ini, Badan Energi Internasional mengatakan, pasokan minyak global turun pada April akibat dampak sanksi Amerika terhadap Iran dan pengurangan produksi OPEC+.(ka)

Sumber: VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Jokowi prabowo

Berita Utama

Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jokowi-Prabowo Cipika Cipiki

Berita Utama

Kapolda Bengkulu Dukung Program JSPS , Helmi : Ada Warga Sakit Segera Lapor ke Pemkot
ilustrasi gempa

Berita Utama

Awali Tahun 2018, Gempa 5 SR Goyang Bengkulu
presiden joko widodo

Berita Utama

Tekad Jokowi Lakukan Reformasi Ekonomi Menyeluruh
presiden joko widodo

Berita Utama

Ketika “M” Jadi Teka Teki Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres

Berita Utama

Pemain Cidera, Skor 4-2 Indonesia Takluk
Kawasan hunian jutawan AS

Berita Utama

Inilah Kawasan di AS yang Banyak Dihuni Jutawan
Vector Rohidin Mersyah

Berita Utama

Pebulutangkis Bengkulu Raih Emas di Djarum Sirnas, Gubernur Rohidin Apresiasi
error: Konten ini dirpoteksi !!