Home / Berita Utama / Hukum

Selasa, 13 Desember 2016 - 10:37 WIB

Sidang Perdana Digelar, Ahok Menangis di Depan Majelis Hakim

Indikasi isu penyadapan muncul dari penyataan tim kuasa hukum Ahok pada sidang kasus dugaan penistaan agama | Foto : Oketekno.com

Indikasi isu penyadapan muncul dari penyataan tim kuasa hukum Ahok pada sidang kasus dugaan penistaan agama | Foto : Oketekno.com

PROGRES.ID, JAKARTA- Sidang kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahya Purnama alias Ahok digelar hari ini di Pengadilan Negeri Perikanan Jakarta Utara.

Sidang yang sifatnya terbuka ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin oleh Pimpinan Majelis Hakim Dwiyarso Budi Santiarto.

“Sebelumnya majelis menyocokan identitas terdakwa, sidang ini terbuka untuk umum dan live di televisi sepanjang bukan acara pembuktian. Jadi, khusus pembuktian, tetap terbuka, tapi tidak disiarkan televisi,” kata Dwiyarso membuka persidangan di Jakarta, seperti dilansir Antara Selasa, (13/12/16).

Agenda persidangan hari ini adalah pembacaan tujuh lembar dakwaan oleh Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono terhadap dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok.

Sementara itu, saat persidangan berlangsung, Ahok menangis saat menjelaskan hubungan dekatnya dengan keluarga angkatnya yang beragama Islam di hadapan majelis hakim.

Baca Juga |  Bentuk Komunitas Peduli Untuk Selamatkan DAS Air Bengkulu

“Saya lahir dari pasangan non muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga muslim. Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini,” kata Ahok seraya terisak.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya Almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga muslim yang taat. Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru saya yang taat bergama islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.

Calon Gubernur Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan dia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu tepatnya 27 September 2016.

Baca Juga |  Selundupkan Sabu 10 Kg dari Malaysia, BNN ringkus 12 Orang di Medan.

“Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara2 angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangay sayang kepada saya,” tambah dia.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.

“Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yg berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum nasrani dan yahudi menjadi pemimpin mereka,” kata Ahok. (dsy)

Share :

Baca Juga

bom di bekasi

Berita Utama

Penemuan Bom di Bekasi Hingga Rencana Ledakkan Istana Presiden
Gubernur tinjau banjir

Berita Utama

Gubernur Rohidin Tinjau Banjir, Terjebak Jalan Rusak, Naik Perahu Karet Hingga Dijemput BPBD
Bayi terkecil

Berita Utama

Satu Lagi ‘Bayi Laki-laki Terkecil di Dunia’ Siap Pulang ke Rumah
UU ITE

Berita Utama

Senin Ini Revisi UU ITE Diberlakukan, Ini 7 Poin Pentingnya

Berita Utama

Progres Siber Media Luncurkan Aplikasi Android Progres.id
bekas ledakan Mapolres Surakarta

Berita Utama

Ledakan di Mapolres Surakarta Sebabkan Provost Luring, Identitas Bomber Diketahui

Hukum

Terjerat Perzinahan, Bupati Katingan Terancam Dicopot dari Jabatanya, DPRD: Tinggal Tunggu Waktu Saja
Demokrat

Berita Utama

SK Terbit, Demokrat Resmi Usung Helmi-Dedi
error: Konten ini dirpoteksi !!