Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 18 Agustus 2021 - 09:42 WIB

Singapura Bersiap Hidup-Mati dengan COVID-19

PROGRES.ID –

Singapura ingin kembali membuka bisnisnya di tengah puluhan angka kematian akibat COVID-19 sekaligus berhasil mencatatkan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Negara tersebut ingin meletakkan dasar untuk hidup dengan virus corona seperti halnya penyakit umum lainnya, seperti influenza.

Pakar medis Singapura mengatakan penduduknya mungkin melihat ratusan kematian setiap tahun akibat endemik COVID-19, mirip dengan flu. Pendekatan pragmatis itu dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang ingin keluar dari lockdown saat mereka meningkatkan program vaksinasi mereka sendiri.

“Satu-satunya cara agar tidak ada kematian akibat penyakit di mana pun di dunia adalah dengan menghilangkan penyakit itu sama sekali dan itu hanya dilakukan untuk cacar,” kata Paul Tambyah, Presiden Masyarakat Mikrobiologi Klinis dan Infeksi Asia Pasifik, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (17/8).

Singapura melaporkan hanya 44 kematian COVID-19 sejak wabah dimulai pada awal Januari 2020. Itu dibandingkan dengan sekitar 800 kematian terkait flu pada tahun biasa, menurut dokter, di negara dengan populasi 5,7 juta.

“Walaupun gagasan tentang ratusan kematian akibat COVID tampaknya mengejutkan dibandingkan dengan kematian sejauh ini dan layak dilakukan upaya pencegahan, itu setara dengan influenza, yang hampir tidak dipedulikan masyarakat,” kata Alex Cook, pakar pemodelan penyakit menular di National University of Singapura (NUS).

Ia menambahkan, Singapura mungkin menghadapi kematian 1.000 orang dalam satu atau dua tahun ke depan di jika tingkat vaksinasi di kalangan orang tua tidak membaik.

Para pakar memperkirakan bahwa sebagian besar kematian akan berada di antara mereka yang berada dalam kelompok usia tertua, yang belum divaksinasi.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan bulan ini bahwa ketika ekonomi terbuka, warga Singapura harus “siap secara psikologis bahwa jumlah kematian akibat COVID-19 kemungkinan juga akan naik.”

Tiga perempat populasi Singapura telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis penih. Negara itu akan melonggarkan lebih banyak pembatasan pada bulan September ketika tingkat vaksinasi mencapai 80%. [ah/au]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pekerjaan Membuatnya Awet Muda Setelah 34 Tahun

Berita Utama

Taliban Bentuk Pemerintahan yang Semua Kabinetnya Laki-Laki

Berita Utama

Rusia Usir Wartawan BBC

Berita Utama

Suriah Sambut Baik Permintaan Impor Energi Lebanon Via Wilayahnya
Kimia Alizadeh Zenoorin

Berita Utama

Jadi Kontroversi di Iran, Kini Ia Putuskan Tak Berhijab Lagi, Begini Kontroversi Shoreh Bayat

Berita Utama

Permainan Papan Bantu Anak Kembangkan Keterampilan Belajar

Berita Utama

Keren, Presiden Jokowi Nge-Vlog Dengan Raja Salman
Aisyah Rahmawati

Berita Utama

Ini Profil Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional dari Bengkulu Pembawa Baki Bendera Merah Putih