Home / Berita Utama / Seni dan Budaya

Minggu, 30 Oktober 2016 - 09:36 WIB

Sociopreneur Ini Akan Ceritakan Kekayaan Bengkulu dalam Buku Barunya

Maya Miranda menyempatkan melihat bunga Rafflesia setelah 30 Tahun tak menginjakkan kaki di Bengkulu | Foto: TabloidBintang.com

Maya Miranda menyempatkan melihat bunga Rafflesia setelah 30 Tahun tak menginjakkan kaki di Bengkulu | Foto: TabloidBintang.com

PROGRES.ID, JAKARTA –  Nama lengkapnya adalah Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB. Ia dikenal sebagai sosok sociopreneur sukses. Sejumlah perusahaan berhasil dikembangkannya. Bahkan, profilnya sering terpampang di media massa terkenal, seperti Tabloid Bintang, Vemale dan lainnya.

Beberapa perusahaan yang ia pimpin yakni PT. Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana. Perusahaan-perusahaan itu bergerak dibidang pertambangan emas dan mineral lainnya.

Meski memiliki jabatan sebagai Presiden Direktur di beberapa perusahannya, Maya Miranda tetap bersahaja dan ramah. Ia pun tak lupa dengan kampung halamannya, Bengkulu.  Bahkan, ia saat ini sedang menulis buku berjudul “Bengkulu, I Adore!” yang terjemah bebasnya ‘Bengkulu, Aku Cinta’.

Baca Juga |  Pesawat Polri Hilang Kontak, Evakuasi Dilakukan di Perairan Lingga

Dikutip dari TabloidBintang.com, buku itu ditujukan untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Bengkulu.

“Ini merupakan panggilan hati saya sebagai puteri daerah Bengkulu. Sudah 30 tahun saya tidak ke Bengkulu. Saat ke sini lagi, rupanya tidak banyak yang berubah. Padahal Bengkulu sangat indah dan banyak potensi wisata dan budaya yang tidak kalah dengan daerah lainnya,” cerita Maya Miranda saat dijumpai di Elliotti Residences, Pondok Indah, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Maya, minimnya publikasi dan infrastruktur merupakan salah satu faktor mengapa Bengkulu kurang mendapat perhatian Pemerintah Pusat dan minim kunjungan wisatawan mancanegara.

Padahal, lanjutnya, Bengkulu banyak menyimpan keindahan alam, seni dan budaya yang harus lebih dikenalkan pada masyarakat luas.

Baca Juga |  Komnas Perempuan, LPSK Desak Jokowi Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

“Bengkulu itu kaya, ada Festival Tabot yang digelar setiap tahun. Festival ini dihelat masyarakat Bengkulu (keluarga keturunan Tabot) untuk memperingati wafatnya Imam Hussain. Festival ini sangat unik dan menarik, jadi sayang untuk dilewatkan. Harusnya melalui keindahan budaya ini bisa menarik wisatawan untuk menonton,” ujar pemilik Rumah Belajar Miranda ini.

Tak hanya itu, sambung Maya, banyak orang juga tidak tahu Bengkulu memiliki seni kerajinan batik. Namanya Kain Batik Besurek, batiknya sangat cantik dan memiliki nilai religius.

Maya berharap keindahan Bengkulu bisa dikenal masyarakat luas bahkan bisa menarik kunjungan wisatawan.

Sumber: TabloidBintang.com & Vemale.com

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Petugas Lapas Rejang Lebong Temukan 49 Paket Ganja

Berita Utama

Inilah 19 Hari Cuti & Libur Nasional 2017
Launching HUT Kota 300

Berita Utama

Dilaunching Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Ini Rangkaian Kegiatan HUT Kota Bengkulu Ke-300
Ridwan Mukti

Berita Utama

Reka Ulang Kasus Suap, Ridwan & Lily Kembali ke Bengkulu Tanpa Kenakan Rompi Tahanan KPK
Rekomendasi PDI perjuangan

Berita Utama

PDI Perjuangan Resmi Usung Rohidin-Rosjonsyah di Pilgub Bengkulu 2020
Pengibar bendera

Berita Utama

Babogi Ikalawang dan Bengkulu yang Catat Sejarah di Paskibraka

Berita Utama

Terminal Bus Pulogebang Soflaunching; Pulogadung Untuk Angkot, Rawa Buaya Untuk Sumatera
Rudal saudi

Berita Utama

Rudal Arab Saudi Hantam Pasar di Yaman, 43 Meninggal
error: Konten ini dirpoteksi !!