Home / Berita Utama / Humaniora / Kesehatan

Jumat, 29 Mei 2020 - 14:32 WIB

Tahukah Anda? Angka Kematian di Jakarta Setelah Covid-19 Justru Turun

Ilustrasi mayat: Istimewa

Ilustrasi mayat: Istimewa

Ilustrasi mayat

Ilustrasi mayat: Istimewa

JAKARTA, PROGRES.ID – Angka kematian di DKI Jakarta pada tahun 2020 terus mengalami penurunan. Berdasarkan data kematian di Jakarta sejak Januari hingga April 2020, jumlah kematian tertinggi justru terjadi pada Januari 2020.

Untuk diketahui, pada Januari belum ada kasus corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia. Pertama kali pasien virus corona diumumkan masuk ke Indonesia adalah pada awal Maret 2020.

Situs berita Katadata.co.id menulis total kematian di DKI Jakarta berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta tercatat 17.937 jiwa sepanjang Januari hingga April 2020. Angka kematian tertinggi terdapat pada Januari 2020, yakni sebanyak 6.262 jiwa.

Baca Juga |  Bank Indonesia Resmi Luncurkan Pecahan Rupiah Baru

Jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2019, jumlah kematian di DKI hanya 2.125 orang, sehingga tampak ada peningkatan tajam jumlah kematian pada awal tahun 2020.

Namun, angka kematian di DKI terus turun hingga April 2020. Pada Februari 2020, jumlah kematian penduduk menurun jadi 5.792 jiwa. Pada Maret turun lagi menjadi 3.733 dan pada April turun lagi menjadi 2.150 jiwa.

Sementara itu, dinukil dari Threechannel.co dengan berita berjudul ‘HAI : Data Membuktikan Covid-19 Tidak Berdampak Terhadap Jumlah Kematian’ juga menyoroti angka kematian di DKI yang justru menurun dibanding sebelum Covid-19 merebak.

Baca Juga |  Ribuan Tenaga Kesehatan di California Jalani Vaksinasi "Drive-Thru"

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi berujar, data membuktikan bahwa Virus Corona Baru (SARS-CoV-2) tidaklah menyeramkan seperti kehebohan yang ditimbulkannya. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tidak berlebihan menyikapinya.

“Dengan membandingkan data walaupun sangat terbatas, kami berkesimpulan, Covid-19 tidak menimbulkan dampak signifikan atau tidak berdampak sama sekali terhadap angka kematian yang terjadi di DKI Jakarta. Bahkan, perbandingan data menunjukkan angka kematian di tengah Pandemi Covid-19 lebih rendah atau hanya berkisar setengah dari situasi dan kondisi normal, 82 berbanding 167,” ujar R Haidar Alwi dalam siaran persnya, Rabu (1/4/2020).(red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Soal Banjir Bentiring Permai, DPRD Kota Bengkulu Gelar RDP

Berita Utama

Giliran Curup-Lebong Putus Akibat Tronton Terpeleset
Evakuasi korban

Berita Utama

Jembatan Ambruk di Kaur, 4 Meninggal Dunia, 6 Orang Masih Dicari

Berita Utama

Kasi Pidsus Komering Ulu Prioritaskan Ungkap Kasus Korupsi
Gubernur Bengkulu

Berita Utama

Kondisi Pasien Covid-19 di Bengkulu Membaik

Berita Utama

AriReda, Musikalisasi Puisi yang Hidupkan Sapardi
Liverpool

Berita Utama

Kejutkan Barca, Liverpool Melaju ke Final Liga Champions
Sutopo Purwo Nugroho BNPB

Berita Utama

384 Meninggal, Presiden Jokowi akan Tinjau Penanganan Pasca Gempa di Palu
error: Konten ini dirpoteksi !!