Home / Berita Utama / Internasional

Jumat, 3 September 2021 - 03:27 WIB

Tak Ada Kebutuhan Mendesak untuk Pemberian “Booster”

PROGRES.ID –

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengeluarkan laporan yang mengatakan, berdasarkan bukti yang diperoleh saat ini tidak ada kebutuhan mendesak untuk suntikan penguat vaksin COVID-19 dan kesehatan masyarakat harus tetap berfokus pada upaya vaksinasi dosis awal bagi warga yang memenuhi syarat di negara-negara Eropa.

Laporan itu menambahkan dosis tambahan harus dipertimbangkan untuk individu yang memiliki gangguan dalam sistem kekebalan, yang tidak merespon secara memadai terhadap suntikan awal atau dosis vaksin mereka.

Namun, laporan itu menyatakan bukti terbaru yang tersedia terkait efektivitas “dunia nyata” dan durasi perlindungan oleh semua vaksin virus corona yang diizinkan untuk digunakan di Uni Eropa menunjukkan bahwa vaksin tersebut sangat melindungi terhadap potensi rawat inap terkait COVID-19, penyakit yang parah, dan kematian.

Laporan tersebut juga mencatat negara-negara Eropa harus mempertimbangkan bagaimana dampak pemberian booster terhadap ketersediaan vaksin bagi negara-negara di luar Uni Eropa, yang masih terus berjuang untuk memperoleh dan memberikan dosis awal yang cukup untuk penduduk mereka masing-masing.

Prancis hari Rabu (1/9) menjadi negara Uni Eropa pertama yang mulai memberikan suntikan booster kepada warga berusia di atas 65 tahun, dan kepada mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar agar terlindung dari varian delta virus corona. Otoritas kesehatan Spanyol sedang mempertimbangkan tindakan serupa. [mg/jm]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Sekitar 1.500 Warga AS Masih Berada di Afghanistan

Berita Utama

Setujui Kerja Sama di Bidang Keamanan, Hubungan AS dan Meksiko Masuki Babak Baru

Berita Utama

Kekerasan Terhadap Istri Masih Tinggi

Berita Utama

Perusahaan Nuklir AS Westinghouse, Inggris Bahas PLTN Baru di Wales
presiden joko widodo

Berita Utama

Presiden Jokowi Siagakan Penanganan Gempa di Sulawesi Tengah

Berita Utama

Sembuh dari COVID-19 di AS, Sarah Azhari Rilis Single “Dance to Survive”

Berita Utama

Pengusiran Pejabat PBB oleh Ethiopia ‘Mengkhawatirkan’

Berita Utama

ISIS Klaim Serangan Jalur Pipa Gas