Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:01 WIB

Taliban Izinkan Warga Sipil Dievakuasi

PROGRES.ID –

Penasehat Keamanan Nasional Presiden Joe Biden, Jake Sullivan, Selasa (17/8), mengatakan Taliban setuju untuk menyiapkan “jalan lewat yang aman” bagi warga sipil yang berharap dapat dievakuasi dalam penerbangan yang dipimpin Amerika dari Ibu Kota Kabul. Meskipun demikian jadwal evakuasi warga Amerika, sekutu-sekutu Amerika di Afghanistan dan mungkin warga sipil lainnya masih belum disepakati dengan penguasa baru negara itu.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan berbicara dalam jumpa pers di Gedung Putih di Washington, Selasa, 17 Agustus 2021. (Foto: AP/Manuel Balce Ceneta)

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan berbicara dalam jumpa pers di Gedung Putih di Washington, Selasa, 17 Agustus 2021. (Foto: AP/Manuel Balce Ceneta)

“Taliban telah memberitahu kami bahwa mereka bersiap menyediakan jalur yang aman bagi warga sipil untuk menuju ke bandara dan kami berniat memegang komitmen itu,” katanya.

Jake Sullivan mengakui adanya beberapa laporan bahwa sejumlah warga sipil menghadapi perlawanan, “ditolak, didorong mundur, atau bahkan dipukuli” ketika mereka mencoba mencapai bandara internasional Hamid Karzai di Kabul. Ditambahkannya, “sejumlah besar orang” berhasil mencapai bandara, namun lainnya ditahan oleh Taliban, yang pada Minggu (15/8) secara mengejutkan berhasil mengambilalih dengan cepat negara itu dan menimbulkan kekacauan, kebingungan dan aksi kekerasan dalam upaya evakuasi Amerika.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengungkapkan bahwa dalam satu hari para komandan Amerika telah beberapa kali berbicara dengan Taliban untuk menghindari konflik di bandara. Ini menunjukkan bahwa penguasa baru Afghanistan, yang berkuasa kembali setelah 20 tahun perang melawan pemerintah yang didukung Amerika, berencana tidak akan mengganggu proses evakuasi.

Kirby tidak merinci pengaturan lain dengan Taliban, sementara Sullivan mengatakan pertanyaan tentang berapa lama waktu yang diberikan Taliban untuk evakuasi itu masih dirundingkan.

Presiden Joe Biden mengatakan ia ingin agar evakuasi selesai pada 31 Agustus. Sullivan menolak mengatakan apakah tenggat itu akan dipenuhi atau tidak.

Lebih jauh Sullivan mengatakan para pejabat Amerika terlibat dalam proses “jam demi jam” agar Taliban memenuhi komitmen mereka, yaitu mengijinkan adanya jalur yang aman bagi warga sipil yang ingin meninggalkan negara itu.

Ditanya apakah pemerintah Biden mengakui Taliban sebagai penguasa yang sah di Afghanistan, Sullivan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan hal itu, dan bahwa catatan Taliban dalam mematuhi standar hak asasi manusia di dunia “tidak baik.”

Ratusan orang berlari di samping pesawat Angkatan Udara AS di landasan bandara internasional, di Kabul, Afghanistan, Senin, 16 Agustus 2021. (Foto: AP)

Ratusan orang berlari di samping pesawat Angkatan Udara AS di landasan bandara internasional, di Kabul, Afghanistan, Senin, 16 Agustus 2021. (Foto: AP)

Dalam konperensi pers di Pentagon, Selasa (17/8), Mayjen William Taylor mengatakan sembilan pesawat angkut C17 milik Angkatan Udara Amerika tiba, Senin (16/8) malam, bersama berbagai peralatan dan sekitar 1.000 tentara. Tujuh diantaranya kembali lepas landas dengan mengangkut 700-800 pengungsi sipil, termasuk 165 warga Amerika. Jumlah ini mencakup warga Afghanistan yang telah mengajukan Visa Imigran Khusus dan warga negara-ketiga lainnya.

Seluruh penerbangan dari bandara di Kabul dihentikan, Senin (16/8), ketika warga Afghanistan yang putus asa berupaya melarikan diri dari negara itu dengan melanggar aturan keamanan dan berlari menuju landasan pacu. Tujuh orang tewas dalam berbagai insiden di bandara itu. [em/jm]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Real Count Pilkada DKI Jakarta 2017 Sudah 96 Persen, Ahok-Djarot Unggul Di Empat Wilayah

Berita Utama

Hampir 120 Juta Siswa Masih Tinggal di Rumah akibat COVID

Berita Utama

Diundur 30 April 2016, Lapor SPT Lewat 31 Maret Tak Akan Disanksi

Berita Utama

Separuh Remaja di AS Telah Divaksinasi 1 Dosis COVID-19

Berita Utama

Kim Jong-un Kecam Pemerintah AS, Bertekad Bangun Militer ‘Tak Terkalahkan’
Logo google

Internasional

RUU Australia Wajibkan Bayar Perusahaan Media, Google Menolak

Berita Utama

Gedung Putih Tawari Nicki Minaj Tanya Jawab Soal Vaksin via Telepon
Garuda Indonesia

Berita Utama

Survey Skytrax Sebut Garuda Indonesia Maskapai Paling Dicintai di Dunia