Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 7 September 2021 - 16:42 WIB

Taliban Tegaskan Warga Afghanistan ‘Bebas Pergi’

PROGRES.ID –

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, Selasa (7/9), mengatakan Taliban telah menegaskan kembali janji untuk mengizinkan warga Afghanistan bebas meninggalkan negara tersebut. Hal itu diungkapkan usai pertemuannya dengan pejabat Qatar terkait percepatan proses evakuasi.

Presiden AS Joe Biden telah menghadapi tekanan yang meningkat di tengah laporan mengenai beberapa ratus orang, juga termasuk warga AS, dicegah selama seminggu untuk terbang keluar dari bandara di Afghanistan utara.

Taliban mengatakan kepada AS, “mereka akan membiarkan orang-orang dengan dokumen perjalanan bebas pergi,” kata Blinken pada konferensi pers di Doha.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kiri dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, kedua kanan, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Qatar. (Foto: AP)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kiri dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, kedua kanan, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Qatar. (Foto: AP)

Qatar mengatakan Bandara Kabul akan segera dibuka kembali, berpotensi membuka koridor penting bagi warga Afghanistan yang ingin pergi.

“Seluruh komunitas internasional mengharapkan Taliban untuk menegakkan komitmen itu,” kata Blinken sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (7/9). Ia merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak agar perjalanan itu aman.

Qatar adalah titik transit bagi hampir setengah dari lebih dari 120.000 orang yang dievakuasi dari Afghanistan pada hari-hari terakhir perang 20 tahun AS, ketika Taliban mengambil alih negara itu.

Amerika Serikat pada Senin (5/9) memfasilitasi evakuasi empat orang warganya dari Afghanistan melalui jalan darat. Itu merupakan keberangkatan pertama yang diatur oleh Washington sejak penarikan militernya.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan Taliban mengetahui operasi itu dan tidak ikut campur.

Namun organisasi non-pemerintah mengatakan sekitar 600 hingga 1.300 orang – termasuk anak perempuan dan warga negara AS – terjebak di bandara di kota utara Mazar-i-Sharif. [ah/rs]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Hakim dalam Penyelidikan Ledakan di Beirut Hadapi Ancaman Hizbullah

Berita Utama

Semua Pelajar Usia 12 Tahun Ke Atas Wajib Vaksin 

Berita Utama

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kunjungi Perbatasan Texas Selatan

Berita Utama

Panitia Pastikan Olimpiade Los Angeles 2028 Berjalan Tepat Waktu

Berita Utama

Menjalankan Bisnis Kuliner Sesuai Aturan dan Standar di AS

Berita Utama

AS Tingkatkan Kecepatan Evakuasi dari Kabul

Berita Utama

Jokowi Lanjutkan PPKM Per Level Hingga 6 September
OTT KPK Ridwan Mukti

Berita Utama

Media Center Pemprov Bengkulu: RM Tak Terjaring OTT, Tapi Dampingi Istri