Home / Berita Utama / Internasional

Kamis, 16 September 2021 - 15:52 WIB

Tanpa Takut, ‘Super-Isoman’ Indonesia Hadir Membantu Anak-Anak Hadapi COVID

PROGRES.ID –

Saat puncak infeksi virus corona gelombang kedua yang mematikan menghantam Tanah Air, Agus Widanarko mengenakan pakaian pahlawan super dan melakukan beberapa kunjungan ke rumah tangga yang terisolasi setiap hari. Ia datang untuk memberikan senyum dan dukungan kepada anak-anak selama pandemi.

Usahanya membuat pria berusia 40 tahun yang biasa bekerja sebagai konselor narkoba itu mendapat julukan “Super-isoman.”

“Saya melakukan ini karena banyak anak yang merasa bosan selama 14 hari isolasi, sehingga membutuhkan pendampingan psikologis atau trauma healing,” kata Widanarko yang juga akrab disapa Danar.

Agus Widanarko, 40, mengenakan kostum Spiderman saat mengemudi saat bersiap menghibur anak-anak yang terkurung di rumah akibat pembatasan COVID-19, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 10 September 2021. (Foto: Reuters)

Agus Widanarko, 40, mengenakan kostum Spiderman saat mengemudi saat bersiap menghibur anak-anak yang terkurung di rumah akibat pembatasan COVID-19, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 10 September 2021. (Foto: Reuters)

Pada awal gelombang kedua pada bulan Juni, ia mengunjungi sekitar enam keluarga setiap hari. Widanarko mengenakan berbagai kostum superhero, termasuk Spider-Man dan Batman.

Dengan menurunnya beban kasus COVID-19 di Tanah Air, Widanarko kini hanya mengunjungi daerah tempat tinggalnya di Jawa Tengah sepekan sekali. Ia memperkirakan telah menghibur lebih dari 100 anak dalam empat bulan terakhir.

Dia baru-baru ini mengunjungi Muhammad Fakhri berusia 5 tahun, yang mengisolasi diri dengan keluarganya dan telah kehilangan ayahnya karena COVID-19.

“Tentu saja saya sangat senang anak saya mendapat hiburan. Kebetulan kemarin dia ulang tahun dan dia sangat sedih karena tidak ditemani ayahnya,” kata Nur Hidayah Brotowati, 37 tahun, ibunda Fakhri.

Indonesia telah menghadapi salah satu wabah COVID-19 terburuk di Asia, mencatat lebih dari 4 juta kasus dan lebih dari 138.000 kematian. Remaja dinilai lebih kerap menanggung beban penderitaan mental dan emosional akibat terdampak pandemi COVID-19. ​

Dalam sebuah laporan, badan untuk urusan anak-anak PBB (UNICEF) memperkirakan bahwa 80 juta anak-anak dan remaja di Indonesia menghadapi dampak sekunder yang meluas pada pembelajaran, kesehatan, gizi, dan keamanan ekonomi akibat pandemi.

Agus Widanarko, 40, mengenakan kostum Spiderman sambil membawa spanduk saat menghibur anak-anak yang terkurung di rumah akibat pembatasan COVID-19, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 10 September 2021. (Foto: Reuters)

Agus Widanarko, 40, mengenakan kostum Spiderman sambil membawa spanduk saat menghibur anak-anak yang terkurung di rumah akibat pembatasan COVID-19, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 10 September 2021. (Foto: Reuters)

Fajri Kirana Anggarani, dosen psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS), mengatakan kunjungan tersebut dapat membantu anak-anak mendapatkan stimulus yang berarti selama pandemi untuk mendukung perkembangan imajinasi dan hubungan sosial mereka.

Super-isoman mengatakan dia juga mendapat banyak pembelajaran dari perannya. [ah/rs/au]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Diaspora Indonesia di AS Ajar Online Mahasiswa di Indonesia

Berita Utama

OKI akan Bantu Wujudkan Perdamaian di Afghanistan

Berita Utama

Taliban Akan Menggunakan Sebagian Konstitusi Kerajaan Pada Pemerintahannya

Berita Utama

Badan-badan PBB Berjanji Tetap di Afghanistan pasca Penarikan Pasukan Asing

Berita Utama

LPDP Edufair 2017 Jakarta Disesaki Ribuan Pengunjung, Selanjutnya Yogya dan Surabaya

Berita Utama

Aksi Bela Rakyat 121, BEM Seluruh Indonesia Desak Temui Presiden Jokowi
Muhammad Ali

Internasional

Petinju Legendaris Dunia Muhammad Ali Tutup Usia

Berita Utama

​Italia Bersiap Hadapi Protes Blokir Kereta Karena Aturan COVID-19