Paskibraka Bengkulu Tasya
Paskibraka Asal Bengkulu, Tasya Nabilah harus merelakan rambutnya dipotong demi Indonesia | Foto: Liputan6.com

PROGRES.ID, JAKARTA – Paskibraka asal Bengkulu, Tasya Nabilah sempat selintas terpikir akan mundur dari seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Alasannya, Tasya mengaku memotong rambut merupakan hal yang paling ia takutkan begitu tahu lolos seleksi sebagai Paskibraka tingkat nasional 2016.Tapi, ia berhasil mengikis rasa takut itu dan setelah ia potong rambut, ia merasa lebih percaya diri.

Baca: Kisah Tasya Nabilah, Siswi Asal Bengkulu Pembawa Baki Bendera Pusaka

“Memang sempat ragu mau lanjut atau nggak (gara-gara rambut dipotong). Tapi demi Indonesia, saya rela rambut ini dipotong,” ujar Tasya, dikutip dari News.Liputan6.com.

Tasya mengaku akan kembali memajangkan rambutnya usai menuntaskan tugasnya sebagai pembawa baki Bendera Pusaka pada 17 Agustus 2016.

“Baru pertama sependek ini. Dan memang saya lebih suka rambut panjang ketimbang pendek. Bukan apa-apa, soalnya lucu banget kalau rambut pendek kayak gini,” terang Tasya.

Paskibraka Bengkulu Tasya Nabilah
Mata Tasya sempat berbinar-binar melihat rambut panjang kesayangannya harus dipotong | Foto: Adiito.com via Liputan6.com

Menurut Tasya, rambut panjang yang telah direlakan untuk dipotong itu telah dipeliharanya selama empat tahun, atau sejak terakhir kali rambutnya dipotong pendek, yakni saat ia masih duduk di bangku SMP.

“Susah banget manjangin rambut itu. Saya mulai panjangin rambut dari saya kelas 1 SMP, sekitar empat tahunan,” kata siswi SMA Negeri 5 Kota Bengkulu ini.

Tasya mengaku sangat tahu bahwa potong rambut adalah sebuah kewajiban bagi calon Paskibraka. Menurutnya, ia sempat sedih lantaran tidak sedikit waktu yang dibutuhkan demi memanjangkan rambutnya. Meski demikian, setelah menjalani pemotongan rambut, banyak yang memuji Tasya, bahwa ia tampak lebih anggun dan cantik.

“Mereka juga bilang kalau saya lebih cantik,” kata Tasya.

Pemotongan rambut peserta pendidikan dan latihan Paskibraka 2016 dilakukan di Aula Wisma Soegondo pada Minggu (7/8/2016) siang untuk Paskibraka putri. Sementara bagi peserta laki-laki dilakukan di halaman depan wisma.Tak hanya itu, sebelum prosesi pemotongan rambut, para peserta juga dibekali ilmu merawat wajah (make over) oleh para ahli. Ada juga kegiatan membersihkan dan memijat wajah menggunakan produk-produk andalan yang telah disediakan.

Panitia mewajibkan seluruh calon anggota Paskibraka putri berambut bob dan peserta putra wajib cepak. Syarat ini sudah diwajibkan sejak dulu bagi anggota Paskibraka yang akan bertugas di Istana Negara pada upacara peringatan 17 Agustus.(pid)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.