Home / Berita Utama / Nasional

Kamis, 29 Desember 2016 - 00:50 WIB

Terminal Bus Pulogebang Soflaunching; Pulogadung Untuk Angkot, Rawa Buaya Untuk Sumatera

Softlaunchin Terminal Pulo Gebang oleh Menhub / Foto: Okezone

Softlaunchin Terminal Pulo Gebang oleh Menhub / Foto: Okezone

PROGRES.ID, Jakarta – Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang akhinya diresmikan (soft launching) hari ini (28/12/2016) oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi .

Terminal yang disebut-sebut sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara ini akan dijadikan basis utama bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baik menuju atau keluar Jakarta. Terminal Pulogebang ini berdiri di atas lahan 12,5 hektare dan dibangun sejak 2010 di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, di pinggir Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Fasilitas di terminal ini tidak jauh berbeda seperti di bandara, terdiri dari 4 gedung utama. Gedung pertama adalah ruang bagi awak bus beristirahat, gedung kedua adalah gedung terminal keberangkatan, gedung ketiga adalah terminal kedatangan, serta gedung terakhir adalah terminal angkutan kota dan terminal bus TransJ.

Baca Juga |  Media Center Pemprov Bengkulu: RM Tak Terjaring OTT, Tapi Dampingi Istri

Berbagai fasilitas pun dibuat senyaman mungkin. Ruangan dengan fasilitas AC di lantai satu. Semua lantai di Gedung Keberangkatan dan Gedung Kedatangan yang terdiri dari 4 lantai dihubungkan oleh eskalator dan lift. Selain itu tidak lupa disediakan fasilitas pendukung lain, misalnya troli, kursi roda, ruang laktasi (ruang menyusui –red) sampai fasilitas toilet di setiap lantai yang tidak dipungut bayaran alias gratis.

Dengan softlauncing  terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, ini lantas memunculkan pertanyaan tentang nasib terminal Pulogadung.

Baca Juga |  Keren, Presiden Jokowi Nge-Vlog Dengan Raja Salman

“Setelah Pulogadung dipindah itu tidak akan ditutup. Aktivitasnya untuk dalam kota saja. AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dipindah ke Pulogebang,” kata Andri Yansyah,  Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebagaimana dikutip dari Detiknews, Rabu (28/12/2016).

Andri juga mengungkapkan rencana serupa untuk Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Menurut Andri, Pemprov akan merevitalisasi Terminal Rawa Buaya sebagai akses bus dari dan menuju Sumatera.

“Rawa Buaya sudah ada sembilan hektare lahannya. Itu juga untuk memenuhi transportasi dari dan ke Sumatera. Nantinya dari terminal Kalideres akan kita pindah ke terminal Rawa Buaya,” Pungkasnya (dsy)

Share :

Baca Juga

Polisi mengamankan

Berita Utama

Perampasan Kamera Reporter TVRI oleh Oknum Polisi di Palu, Organisasi Wartawan Mengecam

Berita Utama

Perayaan Natal 2016 Tampilkan Budaya Betawi di Gereja Katedral

Berita Utama

Tuntut Tanah Adat dan Ulayat, Warga Demo Kantor Bupati
Ilustrasi gempa BMKG

Berita Utama

BMKG Revisi Parameter Gempa di Bengkulu Utara Jadi Mw 6,4

Berita Utama

Jatuh Dikejar, 2 Penjambret Dihajar Massa

Berita Utama

Selain Bupati, KPK Amankan 3 Orang Lainnya
Brexit

Berita Utama

Ekonomi Indonesia Tak Akan Terpengaruh Signifikan Akibat Brexit
airlangga Hartarto

Berita Utama

Airlangga Hartarto dan Pro Kontra Rangkap Jabatan
error: Konten ini dirpoteksi !!