PROGRES.ID, JAKARTA- Donald Trump melalui juru bicaranya mengatakan bahwa tidak adil jika Rusia dituduh tanpa bukti melakukan peretasan email yang diduga telah mempengaruhi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat sebelum menerima laporan dari intelejen.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Spicer yang akan menduduki jabatan Sekretaris Pers Gedung Putih setelah Trump dilantik menjadi presiden 20 Januari mendatang mengatakan bahwa Trump akan mencermati laporan intelejen yang akan selesai pekan ini. Menurutnya, terlalu cepat menuduh Rusia sebagai pelaku peretasan.

“Pemikiran bahwa kita menarik kesimpulan sebelum kita mendapatkan laporan final adalah tidak bertanggung jawab,” kata Spicer.

Baca: Hubungan Diplomatik Memburuk, Rusia Bersumpah Balas AS

Sebelumnya, Barack Obama telah mengusir 35 diplomat Rusia dan menerapkan sanksi kepada dua badan intelijen Rusia karena dianggap terlibat dalam peretasan lembaga-lembaga resmi pemerintah AS sewaktu Pemilu sehingga kandidat Demokrat, Hillary Clinton, kalah pada Pemilu 8 November.

Menurut Antara.com langkah Obama itu ternyata selaras dengan pandangan para wakil rakyat baik Republik maupun Demokrat di mana Senator John McCain dari Partai Republik yang mengetuai Komisi Angkatan Bersenjata Senat, akan menggelar dengar pendapat Kamis pekan ini mengenai ancaman siber asing. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.