Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 3 Januari 2017 - 20:49 WIB

Trump: Terlalu Cepat Tuduh Rusia Retas Pemilu AS

PROGRES.ID, JAKARTA- Donald Trump melalui juru bicaranya mengatakan bahwa tidak adil jika Rusia dituduh tanpa bukti melakukan peretasan email yang diduga telah mempengaruhi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat sebelum menerima laporan dari intelejen.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Spicer yang akan menduduki jabatan Sekretaris Pers Gedung Putih setelah Trump dilantik menjadi presiden 20 Januari mendatang mengatakan bahwa Trump akan mencermati laporan intelejen yang akan selesai pekan ini. Menurutnya, terlalu cepat menuduh Rusia sebagai pelaku peretasan.

Baca Juga |  5 Jam Diperiksa Jaksa, Mantan Sekda RL Dicecar 15 Pertanyaan

“Pemikiran bahwa kita menarik kesimpulan sebelum kita mendapatkan laporan final adalah tidak bertanggung jawab,” kata Spicer.

Baca: Hubungan Diplomatik Memburuk, Rusia Bersumpah Balas AS

Sebelumnya, Barack Obama telah mengusir 35 diplomat Rusia dan menerapkan sanksi kepada dua badan intelijen Rusia karena dianggap terlibat dalam peretasan lembaga-lembaga resmi pemerintah AS sewaktu Pemilu sehingga kandidat Demokrat, Hillary Clinton, kalah pada Pemilu 8 November.

Baca Juga |  Permohonan Kasasi Warga Kampung Pulo Ditolak Mahkamah Agung

Menurut Antara.com langkah Obama itu ternyata selaras dengan pandangan para wakil rakyat baik Republik maupun Demokrat di mana Senator John McCain dari Partai Republik yang mengetuai Komisi Angkatan Bersenjata Senat, akan menggelar dengar pendapat Kamis pekan ini mengenai ancaman siber asing. (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Aktor Senior Hollywood Ini Favoritkan Film Indonesia The Raid 2
Meretas

Berita Utama

Email BNPB Diretas Untuk Penipuan
Bupati RL

Berita Utama

Hijazi: Pejabat yang Dilantik Bukan Karena Lobi
IJTI bengkulu

Berita Utama

Ditunjuk Jadi Ketua IJTI Bengkulu, Ini Program Herry Supandi

Berita Utama

Cabai Cayenne, Salah Satu Cabai Terpedas yang Miliki Berbagai Khasiat
Kunjungan Sandiaga

Berita Utama

Kunjungi Bengkulu, Sandiaga Uno Blusukan ke Pasar Panorama dan Cuci Muka di Rumah Bung Karno
Ganjar Pranowo

Berita Utama

Gubernur Ganjar Temui di Mapolresta, Pengunjukrasa Tak Paham Apa yang Dituntut
hoax Omnibus Law Cipta Kerja

Berita Utama

Minim Literasi, 12 Hoaks UU Cipta Kerja Ini Berhasil Dipercaya Warga
error: Konten ini dirpoteksi !!