Home / Berita Utama / Internasional

Jumat, 17 September 2021 - 11:43 WIB

Tunjangan Pengangguran yang Tinggi Sebabkan Sejumlah Wilayah di AS Kekurangan Pekerja

PROGRES.ID –

Jutaan pekerja di Amerika Serikat (AS) yang di-PHK pada bulan-bulan awal saat pandemi COVID-19 masuk ke nagara tersebut, kini menghadapi permintaannya tinggi pada pasar tenaga kerja. Saat ini berbagai unit usaha tampak sangat membutuhkan jasa dari para pekerja tersebut.

Namun di tengah-tengah penyebaran varian Delta COVID-19, sejumlah pekerja ragu-ragu dan tampak tidak terlalu antusias untuk segera kembali bekerja, meskipun mendapat tawaran gaji yang lebih tinggi di beberapa sektor serta tunjangan pengangguran dari pemerintah yang mereka dapatkan akan segera kadalurwarsa.

Contohnya seperti yang terjadi di Charlotte, North Carolina. Beragam bisnis di wilayah tersebut mengalami kekurangan pekerja di sektor jasa, salah satu sektor yang menjadi penggerak ekonomi di wilayah itu. Iklan lowongan kerja terlihat bersebaran di kota tersebut.

Jumlah pengangguran di kota Charlotte sendiri telah mengalami penurunan sejak Mei 2020, dari 14 persen menjadi sekitar lima persen.

“Restoran tetap sibuk dan kami mendapat banyak pendapatan. Akan tetapi saya tidak memiliki jumlah staf yang memadai,” kata manajer dari restoran pizza Brixx Wood Fired Pizza, Lethr Rothert kepada VOA.

Situasi sama dialami kedai kopi The Giddy Goat Coffee Roasters yang menggunakan konsep memanggang biji kopinya langsung dihadapan para pembeli. Kedai kopi itu diluncurkan selama masa pandemi dan kini sibuk memenuhi permintaan pelanggannya.

“Saat kami kira kami telah mempunyai jumlah staf yang cukup, disitulah lalu permintaan dari para pembeli meningkat. Dan tiba tiba saja kami merasa kekurangan jumlah pegawai,” kata Enzo Pazos, manajer dari kedai kopi tersebut.

“Dua dari staf kami pergi untuk melajnutkan sekolahnya dan itu membuat kami kekurangan dua pegawai. Jumlah yang ada sekarang tidaklah cukup.”

Ratusan orang tampak mengantri di luar kantor Pusat Karir Kentucky di Frankfort, Kentucky, AS, pada 18 Juni 2020. Mereka berharap mendapatkan bantuan untuk mencairkan tunjangan penganggguran yang diberikan oleh pemerintah. (Foto: Reuters/Bryan Woolston)

Ratusan orang tampak mengantri di luar kantor Pusat Karir Kentucky di Frankfort, Kentucky, AS, pada 18 Juni 2020. Mereka berharap mendapatkan bantuan untuk mencairkan tunjangan penganggguran yang diberikan oleh pemerintah. (Foto: Reuters/Bryan Woolston)

Ekonom dari Univesitas North Carolina at Charlotte, Matthew Metzgar, mengatakan fenomena kekuranga pegawai ini terjadi di seluruh wilayah di AS.

Metzgar mencatat, program stimulus ekonomi dari pemerintah federal telah memberi beberapa pekerja pendapatan sementara yang lebih tinggi dibandingkan upah dari pekerjaan mereka sebelum pandemi.

“Yang terjadi sudah tentu adalah tunjangan pengangguran lebih tinggi, orang kurang berminat untuk bekerja, apalagi Bekerja dengan gaji yang lebih rendah,” kata Metzgar. (jm/mg/rs)

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Diri di Masjid Syiah di Afghanistan, ISIS Klaim Tanggung Jawab

Berita Utama

Kunjungan Kerja Wagub DKI Sandiaga Uno Dinilai Berlebihan

Berita Utama

PM Jepang Yoshihide Suga Akan Mundur

Berita Utama

Wapres AS Harris Komentari Intimidasi China di Laut China Selatan

Berita Utama

Pompa Bensin Masih Banyak Kosong, Inggris Libatkan Milter 

Berita Utama

AS Tingkatkan Kecepatan Evakuasi dari Kabul

Berita Utama

Percepat UHC, Pemerintah Tambah Kuota PBI-JK Jadi 96,8 Juta Jiwa Tahun 2019

Berita Utama

Meksiko Beri Perlindungan Kepada Para Migran