Home / Berita Utama / Internasional / Sains dan Teknologi

Selasa, 21 Juli 2020 - 20:19 WIB

Uni Emirat Arab Luncurkan Misi ke Mars dengan Roket Jepang

Tangkapan layar saat peluncuran misi pertama Uni Emirat Arab ke Mars bernama

Tangkapan layar saat peluncuran misi pertama Uni Emirat Arab ke Mars bernama "Hope" dari Tanegashima Space Center, Jepang yang terlihat dari pusat antariksa Mohammed Bin Rashid di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin pagi (20/7) 1:58 waktu UEA

PROGRES.ID – Uni Emirat Arab meluncurkan misi pertamanya ke Mars Senin pagi (20/7), sementara negara itu berusaha mengembangkan kapabilitas ilmiah dan teknologinya, dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Pesawat antariksa “Hope” lepas landas dariTanegashima Space Center, Jepang pada pukul 1:58 waktu UEA atau 6:58 pagi waktu Jepang untuk perjalanan tujuh bulan menuju Planet Merah itu. Di sana, “Hope” akan mengorbit dan mengirim data ke Bumi mengenai atmosfir.

Peluncuran pengorbit, yang dinamakan Amal atau berarti Harapan, dari Tanegashima Space Center di sebuah pulau kecil di selatan Jepang, awalnya dijadwalkan Rabu lalu (15/7) tetapi kemudian ditangguhkan karena cuaca buruk di kawasan itu.

Baca Juga |  Trump Pertimbangkan Penarikan Besar Pasukan dari Afghanistan

“Amal” atau “Hope” diperkirakan akan mencapai Mars pada Februari 2021, tahun di mana Uni Emirat Arab akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 50. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah besar bagi perekonomian negara yang tergantung pada minyak itu, dan kini sedang mengupayakan masa depan di ruang angkasa.

Saat ini ada delapan misi aktif yang menjelajah Mars; sebagian mengorbit planet itu dan sebagian telah mendarat di permukaan planet merah itu.Dua misi menuju Mars lainnya oleh Amerika dan China direncanakan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga |  Pemprov Bengkulu Ukur Ulang Tapal Batas Rejang Lebong- Kepahiang

Jepang memiliki misi menuju Mars tersendiri, yang menurut rencana akan berlangsung pada tahun 2024.

“Hope” akan membawa instrumen-instrumen untuk mempelajari bagian atas atmosfir dan memonitor perubahan iklim di Mars. “Hope” dijadwalkan akan mengelilingi planet merah itu – julukan bagi Mars – setidaknya selama dua tahun.

Uni Emirat Arab mengatakan untuk pertama kalinya akan ada pandangan lengkap tentang informasi atmosfir di Mars pada musim yang berbeda-beda. Sebagai pendatang baru dalam pengembangan ruang angkasa, sejauh ini Uni Emirat Arab telah berhasil meluncurkan tiga satelit pengamatan, tetapi belum melampui orbit bumi. [em/jm]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Pernyataan sikap

Berita Utama

Di Rakerda IV DPD PDIP Bengkulu, Seluruh DPC Mantap Usung Megawati Jadi Ketum
presiden joko widodo

Berita Utama

Akhirnya Indonesia Evaluasi 75 Keanggotaan Organisasi Internasional
Ketua MKKS Kabupaten RL

Berita Utama

Koneksi Lambat, UNBK di 3 Sekolah Telat dan Tak Ada Tambahan Waktu
Derita Hidrosefalus

Berita Utama

Idap Hidrosefalus, Bocah 13 Bulan di Seluma Butuh Dermawan
Festival buraidah

Berita Utama

Inilah Festival Buraidah, Pasar Kurma Terbesar di Dunia

Berita Utama

Full Day School Menuai Pro dan Kontra
Inflasi

Berita Utama

Mei 2016, Bengkulu Posisi 6 Kota Inflasi Tertinggi
polar vortex challenge

Berita Utama

Saking Dinginnya Amerika Serikat Kini, Air Mendidih Dilempar ke Udara Jadi Awan Salju
error: Konten ini dirpoteksi !!