Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 8 September 2021 - 20:13 WIB

Uni Eropa Nilai Pemerintah Taliban Tak ‘Inklusif dan Representatif’

PROGRES.ID –

Uni Eropa, Rabu (8/9) mengatakan pemerintah “transisi” Afghanistan yang dibentuk Taliban gagal memenuhi sumpah penguasa baru itu untuk melibatkan kelompok-kelompok yang berbeda.

“Analisis awal dari nama-nama yang diumumkan, tidak tampak formasi inklusif dan representatif dalam hal keragaman etnis dan agama yang kami harapkan di Afghanistan dan dijanjikan Taliban dalam beberapa minggu ini,” kata juru bicara Uni Eropa.

Untuk meningkatkan keterlibatan mereka dengan Taliban, 27 negara Uni Eropa telah menetapkan lima syarat, antara lain pembentukan pemerintah transisi yang “inklusif dan representatif”. Juru bicara blok itu mengatakan, “inklusivitas dan perwakilan seperti itu diharapkan dalam komposisi pemerintahan transisi pada masa depan, dan sebagai hasil negosiasi”.

Pembentukan pemerintah transisi yang "inklusif dan representatif" merupakan salah satu dari lima syarat 27 negara Uni Eropa untuk meningkatkan keterlibatan mereka di Afghanistan. (Foto: ilustrasi).

Pembentukan pemerintah transisi yang “inklusif dan representatif” merupakan salah satu dari lima syarat 27 negara Uni Eropa untuk meningkatkan keterlibatan mereka di Afghanistan. (Foto: ilustrasi).

Taliban, Selasa (7/9) mengumumkan pemerintah sementara garis keras yang tidak melibatkan perempuan atau non-Taliban. Sebaliknya, mencakup tokoh-tokoh kunci yang dikenakan sanksi PBB atau dicari Amerika atas tuduhan terorisme.

Menteri-menteri luar negeri dari 20 negara, Rabu ini (8/9) mengadakan pembicaraan, diketuai Menteri Luar Negeri Amerika dan Jerman, membahas cara mendekati pemerintahan baru itu. Negara-negara Barat sedang menyiapkan apa yang akan mereka lakukan terhadap Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa menyusul keluarnya pasukan asing pimpinan Amerika. [ka/ab]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

google translate

Berita Utama

Samakah Hasil Terjemahan Via Google Doc dan Langsung di Web Google Translate?

Berita Utama

Tinjau Kemungkinan Minyak Tumpah Pasca Badai Ida, EPA Kirim Pesawat Pengintai

Berita Utama

Jokowi Resmikan Pabrik Baja Tercanggih ke-2 di Dunia Milik Krakatau Steel
Komandan Kapal Induk AS Menegaskan Kebebasan Menavigasi Laut China Selatan — BeritaBenar

Berita Utama

Komandan Kapal Induk AS Menegaskan Kebebasan Menavigasi Laut China Selatan — BeritaBenar

Berita Utama

Pemerintah Perpanjang PPKM per Level Selama 2 Pekan

Berita Utama

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Organ Satwa Dilindungi

Berita Utama

Singapura Bersiap Hidup-Mati dengan COVID-19

Berita Utama

Ribuan Warga Argentina Berdemo Tuntut Perbaikan Ekonomi