Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:25 WIB

Utang Negara-Negara Miskin Naik 12% Tahun 2020

PROGRES.ID –

Bank Dunia, Senin (11/10) memperingatkan tentang kenaikan signifikan 12 persen dalam beban utang negara-negara berpenghasilan rendah di dunia menjadi 860 miliar dolar pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Bank Dunia menyerukan upaya-upaya segera untuk mengurangi tingkat utang.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan kepada wartawan bahwa Statistik Utang Internasional 2022 bank tersebut menunjukkan kenaikan dramatis dalam kerentanan utang yang dihadapi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ia juga mendesakkan upaya-upaya komprehensif untuk membantu negara-negara mencapai tingkat utang pada level aman.

Presiden Bank Dunia, David Malpass. (ASHRAF SHAZLY / AFP)

Presiden Bank Dunia, David Malpass. (ASHRAF SHAZLY / AFP)

“Kita memerlukan pendekatan komprehensif terhadap masalah utang, termasuk pengurangan utang, restrukturisasi yang lebih cepat dan peningkatan transparansi,” kata Malpass dalam pernyataan yang menyertai laporan baru bank tersebut.

Ia mengatakan setengah dari negara-negara termiskin di dunia menghadapi kesulitan utang luar negeri atau berisiko tinggi menghadapi hal itu.

Malpass mengatakan tingkat utang yang aman diperlukan untuk membantu negara-negara mencapai pemulihan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Laporan itu menyebutkan utang luar negeri negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah naik 5,3 persen pada tahun 2020 menjadi 8,7 triliun dolar, terjadi pada negara-negara di semua kawasan.

Disebutkan pula bahwa peningkatan utang luar negeri itu melampaui pendapatan nasional bruto (PNB) dan pertumbuhan ekspor, dengan rasio utang luar negeri terhadap PB, di luar China , naik lima persen menjadi 42 persen pada tahun 2020, sedangkan rasio utang terhadap ekspor melonjak menjadi 154 persen pada tahun 2020 dari 126 persen pada tahun 2019.

Malpass mengatakan upaya restrukturisasi utang sangat diperlukan mengingat berakhirnya Prakarsa Penangguhan Layanan Utang (DSSI) dari negara-negara ekonomi besar anggota G20 pada akhir tahun ini. DSSI menawarkan penangguhan sementara pembayaran utang. [uh/ab]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

AS Akan Lakukan Diskusi Terbuka Soal Perdagangan dengan China

Berita Utama

Hakim AS Buka Jalan untuk Ekstradisi Mantan Presiden Peru

Berita Utama

Hakim MK Patrialis Akbar Ditangkap KPK

Berita Utama

Suntikan Booster Vaksin COVID-19 Tidak Perlu 

Berita Utama

Pemimpin Komunitas Rohingya Ditembak Mati di Kamp Pengungsi Bangladesh
Rudal saudi

Berita Utama

Rudal Arab Saudi Hantam Pasar di Yaman, 43 Meninggal

Berita Utama

Ivermectin Tidak Berguna Tangani Covid

Berita Utama

Biden Bahas Suntikan Booster Vaksin COVID-19