Home / Berita Utama / Internasional

Sabtu, 18 September 2021 - 17:27 WIB

Vietnam Setujui Vaksin Kuba “Abdala”

PROGRES.ID –

Pemerintah Vietnam, Sabtu (18/9), menyetujui penggunaan vaksin asal Kuba, Abdala. Vietnam saat ini sedang berjuang untuk melawan wabah COVID-19.

Abdala menjadi vaksin COVID-19 kedelapan yang disetujui untuk digunakan di Vietnam. Negara tersebut merupakan salah satu negara dengan tingkat vaksinasi terendah di Asia Tenggara. Hanya 6,3% dari 98 juta populasinya yang menerima setidaknya dua vaksin.

Reuters, Sabtu (18/9), melaporkan pengumuman itu muncul beberapa jam setelah Presiden Nguyen Xuan Phuc meninggalkan Hanoi untuk kunjungan resmi ke Havana.

Vietnam mencatatkan 667.650 infeksi virus corona dengan 16.637 kematian, sebagian besar wabah tersebut disebabkan oleh varian Delta sejak akhir April.

“Kementerian Kesehatan telah menyetujui vaksin Abdala, berdasarkan kebutuhan mendesak negara untuk memerangi COVID-19,” kata pernyataan pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengatakan Kuba akan memasok sejumlah besar vaksin Abdala ke Vietnam dan mentransfer teknologi produksi pada akhir tahun.

Vietnam dan Kuba merupakan dua di antara lima negara yang masih menganut sistem Komunis, bersama dengan China, Laos, dan Korea Utara.

Pada bulan Juli, Vietnam mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri “kebijakan bermusuhan” terhadap Kuba. Negara tersebut juga mendorong AS mencabut embargo perdagangan yang sudah berlangsung lama. [ah]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Depresi Tropis Fred Bawa Hujan Lebat ke Kuba, Bahama
Maryam Pougetoux

Berita Utama

Perempuan Muslim Prancis Tolak Rencana Larangan Berhijab

Entertainment

Rusia Tunjuk Steven Seagal Utusan Khusus
Donald Trump dan Melania Trump

Berita Utama

Trump Positif Covid-19, Begini Reaksi Pasar

Berita Utama

AS Bertekad Evakuasi Warganya di Afghanistan Hingga Detik Terakhir

Internasional

Ribuan Warga Dievakuasi Saat Angin Topan Serbu Filipina

Berita Utama

Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim

Berita Utama

Kasus Pemukulan Dokter, Menteri Kesehatan Utus Tim Investigasi