Home / Berita Utama / Seni dan Budaya

Kamis, 5 September 2019 - 19:18 WIB

Foto: Yuk Lihat Cantiknya Tari-Tari Kreasi di Festival Tabut 2019

Penampilan salah satu tim tari kreasi di ajang FestivalTabut 2019 (Foto: MedCen Prov. Bengkulu/PROGRES.ID

Penampilan salah satu tim tari kreasi di ajang FestivalTabut 2019 (Foto: MedCen Prov. Bengkulu/PROGRES.ID

BENGKULU, PROGRES.ID – Penampilan 10 finalis tari kreasi tabut 2019, berhasil pukau ribuan penonton yang memadati panggung utama Festival Tabut, di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, (4/9/2019).

Hentak alunan dhol berpadu alat musik tradisional lainnya, membius masyarakat yang sedang menikmati liuk lincah gerakan para penari dengan busana warna terang menantang.

Sanggar Puspa Kencana Budaya sebagai penampil pertama sukses menghangatkan suasana malam itu. Sanggar ini membawakan tarian yang menceritakan tentang prosesi awal ritual tabut ngambik tanah di Gerga beserta maknanya.

[Best_Wordpress_Gallery id=”3″ gal_title=”Tari Kreasi Tabut 2019″]

Digambarkan, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang berasal dari tanah, kemudian akan kembali menjadi tanah saat tutup usia.

Baca Juga |  Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 Buka Posko Pengaduan Dampak

Tak kalah epik, Sanggar S2WB mengilustrasikan kisah kepahlawanan cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib beserta pasukannya, dalam peperangan melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala.

Dengan balutan baju perang bewarna merah dan sebilah pedang, para penari kompak mengikuti irama musik layaknya genderang perang. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton pun bergemuruh usai pertunjukan.

Ref Andras salah seorang Dewan Pengamat dalam final tari kreasi tabut mengatakan, penampilan para peserta jauh berkembang dibandingkan dari babak penyisihan lalu. Menurutnya, para koreografer sangat cerdas dan paham apa yang menjadi tuntutan dari sebuah karya.

Baca Juga |  Datang ke Bengkulu, Tokoh Iran Sebut Festival Tabut Sudah Mendunia

“Salam salut saya untuk para koreografer. Sebagai bentuk apresiasi kami mengajak untuk membedah karya tari yang tampil pada malam ini,” ujar Ref bersemangat.

Sementara itu, Ema Malini yang juga dipercaya sebagai Dewan Pengamat menjelaskan, dalam suatu tari bukan hanya menghasilkan karya yang cantik, rampak dan kompak, tetapi ada makna tujuan dan isi yang disampaikan.

“Jadi bukan hanya sekedar cantik, rampak, kompak dan teknik yang bagus tetapi apa yang digarap punya makna dan tujuan yang diharapkan,” tuturnya.

Berdasarkan keputusan Dewan Pengamat, 10 finalis ini kemudian diberikan penghargaan dalam tiga kategori, yaitu penata terbaik, penampil terbaik dan penyaji terbaik.(rls/pid)

Share :

Baca Juga

Monitoring Center

Berita Utama

Apresiasi, Komisi I DPRD Kota Bengkulu Kunjungi Monitoring Center

Berita Utama

Kematian Akibat Badai Ida di Louisiana Naik Menjadi 26
Mark Zuckerberg

Berita Utama

Facebook Kembali Tolak Batasi Target Iklan Politik
Aisyah Rahmawati

Berita Utama

Ini Profil Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional dari Bengkulu Pembawa Baki Bendera Merah Putih

Berita Utama

Rizieq Shihab Dipastikan Tidak Hadiri Panggilan Kedua Polda Jawa Barat, Besok Akan Dijemput Paksa

Berita Utama

Taliban Seharusnya Tidak Mendikte AS
Menhub Budi Karya

Berita Utama

Istana Sebut Menhub Budi Karya Sumadi Terjangkit Corona

Berita Utama

Lima Siswi Tim Robotik Afghanistan Dievakuasi ke Meksiko