Home / Berita Utama / Gadget dan Teknologi

Sabtu, 16 Januari 2021 - 09:46 WIB

Aturan Baru WhatsApp Picu Pengguna Lirik Signal dan Telegram

Ilustrasi (Reuters via VOA Indonesia)

Ilustrasi (Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Pengguna aplikasi pesan terenkripsi, Signal dan Telegram, mengalami peningkatan signifikan menyusul kebijakan WhatsApp untuk mengklarifikasi privasi penggunanya. Secara kontras, pengguna Whatsapp malah mengalami penurunan.

Perusahaan analitik aplikasi seluler, Sensor Tower, mengatakan Rabu (13/1/2021), bahwa terdapat 17,8 juta unduhan pada aplikasi Signal di Apple dan Google selama 5 Januari hingga 12 Januari. Angka tersebut mengalami peningkatan 61 kali lipat dari hanya 285 ribu pada minggu sebelumnya. Sementara Telegram, aplikasi yang juga sudah populer di dunia, mendapatkan 15,7 juta unduhan baru pada  periode yang sama atau kira-kira dua kali lipat dari 7,6 juta unduhan pada minggu sebelumnya.

WhatsApp, sebagaimana dikutip dari Associated Press, Kamis (14/1/2021), malah mengalami penurunan unduhan menjadi 10,6 juta, turun dari 12,7 juta pada minggu sebelumnya.

Baca Juga |  Ahli Temukan 2 Jasad Manusia Akibat Letusan Gunung Vesuvius 2.000 Tahun Lalu

Para pakar menduga perubahan itu sebagai cerminan keinginan netizen dalam mencari platform alternatif dari Facebook dan Twitter.

WhatsApp sendiri tidak melakukan upaya apa pun ketika baru-baru ini memberi tahu penggunanya bahwa jika mereka tidak menerima kebijakan privasi baru sebelum 8 Februari maka mereka akan dihentikan. Pemberitahuan tersebut mereferensikan data yang dibagikan WhatsApp dengan Facebook, yang meskipun tidak sepenuhnya baru, mungkin menurut beberapa pengguna seperti itu.

Turki Selidiki Pembagian Data WhatsApp-Facebook 

Kebingungan tentang pemberitahuan tersebut, diperumit oleh riwayat kesalahan privasi Facebook, memaksa WhatsApp untuk mengklarifikasi pembaruan privasinya kepada para pengguna pada minggu ini.

Baca Juga |  Jadi Penjabat Gubernur Bengkulu, Ini Profil Robert Simbolon

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pembaruannya “tidak memengaruhi privasi pesan Anda dengan teman atau keluarga dengan cara apa pun.” Dikatakan pula bahwa perubahan kebijakan diperlukan untuk memungkinkan pengguna mengirim pesan bisnis di WhatsApp. Pemberitahuan itu., kata perusahaan, “memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data.”

WhatsApp saat ini masih menjadi aplikasi pesan paling populer dan sejauh ini tidak ada bukti eksodus massal para penggunaya. Sensor Tower memperkirakan bahwa Signal telah diunduh sekitar 58,6 juta kali di dunia sejak 2014. Pada periode yang sama Telegram telah melihat sekitar 755,2 juta instalasi dan WhatsApp mencapai 5,6 miliar – hampir delapan kali lipat Telegram. [ah/au]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Liverpool

Berita Utama

Kejutkan Barca, Liverpool Melaju ke Final Liga Champions

Berita Utama

Rossi Ternyata Ikut Vinales Sambangi Indonesia
unjukrasa mahasiswa

Berita Utama

Polisi Tangkap 700-an Orang Sepanjang Aksi Tolak RKUHP
Polisi mengamankan

Berita Utama

Perampasan Kamera Reporter TVRI oleh Oknum Polisi di Palu, Organisasi Wartawan Mengecam

Berita Utama

Pembuatan Dan Pepanjangan SIM Bisa Darimana Saja, Cukup Lewat Online
nasi kuning

Berita Utama

Nasi Kuning Khas Indonesia Mendunia

Berita Utama

Nguyen Thi Phuong Thao Jadi Wanita Terkaya Se-Asia Tenggara, Berkat Maskapai Dengan Pramugari Berbikini

Berita Utama

Full Day School Menuai Pro dan Kontra
error: Konten ini dirpoteksi !!