Home / Gadget dan Teknologi

Sabtu, 19 November 2016 - 15:46 WIB

Pemerintah Berencana Ubah Sistem Perpajakan Kendaraan Sesuai Emisi

Ilustrasi dari Otomotinet.com

Ilustrasi dari Otomotinet.com

PROGRES.ID, NUSA DUA- Seiring berkembangnya teknologi, pemerintah Indonesia berencana mengubah sistem perpajakan bagi kendaraan bermotor pada kubukasi mesin yang menggunakan landasan emisi gas buang dari kendaraan.

Namun, skema perpajakan tersebut hingga saat ini masih dikaji oleh pemerintah melalui kementerian perindustrian dan kementerian keuangan. Jika rencana tersebut dapat diterapkan, maka kendaraan yang berkubikasi besar tidak lagi dikenakan pajak yang tinggi.

Jadi, jika pemerintah menerapkan basis pajak ini, semakin kecil emisi CO2 yang dihasilkan kendaraan tersebut, semakin murah pajak yang mesti dibayarkannya.

Menurut I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), bisa jadi kendaraan yang beremisi rendah akan mendapatkan insentif.

Baca Juga |  Industri Aviasi Dunia Butuhkan Ratusan Ribu Tenaga Kerja

“Kalau insentif udah pasti tadi kan, dari insentif pengembangannya sudah dapat. Nantinya dengan adanya CO2 tax yang berbasis CO2, kita harapkan akan semakin tinggi lagi insentifnya,” jelas Suryawirawan seperti yang dikutip dari DetikOto.

Hal ini diapresiasi dengan baik oleh berbagai pihak yang diantaranya dari Marcedes Benz Indonesia (MBI) yang notabene memiliki kapasitas mesin besar.

“saya sangat senang karena ini jadi kebijakan yang sangat masuk akal di pasar lain khususnya Eropa,” ujar Ralf Kraemer, Managing Director Commercial Vehicle Marcedes Benz Distribution Indonesia, seperti dikutip dari Kompas di Nusa Dua Bali kamis, (17/11) lalu.

Baca Juga |  Presiden Jokowi Umumkan Kanal Youtube Resminya

Dengan demikian, Ralf berencana mengembangkan jenis mesin lain yang memiliki teknologi yang ramah lingkungan dengan emisi gas buang yang rendah.

“kami sangat senang jika kita punya standar sama dengan Eropa. Kami bisa tingkatkan portofolio mesin kami dengan sangat mudah dan tentunya kita juga bertanggung jawab untuk saling menjaga lingkungan bukan hanya berbisnis saja. Kami siap mendukung pemerintah,” tukasnya. (dsy)

Share :

Baca Juga

Dirgantara Indonesia

Gadget dan Teknologi

Industri Aviasi Dunia Butuhkan Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Google Science Fair

Gadget dan Teknologi

Remaja Indonesia Menang di Ajang Google Science Fair 2019

Berita Utama

Diundur 30 April 2016, Lapor SPT Lewat 31 Maret Tak Akan Disanksi

Gadget dan Teknologi

Hari Perempuan Internasional, Google dan Facebook ‘Berkompetisi’

Berita Utama

Dongeng “Timun Emas” Mendunia Melalui Board Game, BEKRAF Aktif Mendorong Board Game Indonesia Mendunia
Astronot perempuan

Berita Utama

Stasiun Ruang Angkasa Pertama dengan Seluruh Awak Perempuan
Konferensi pers Gugus Tugas

Berita Utama

Selasa 19 Mei, Laboratorium RSMY Bengkulu Sudah Mulai Uji Sampel Swab
Windows 10

Gadget dan Teknologi

Windows 10, Windows Terakhir yang Belum Stabil
error: Konten ini dirpoteksi !!