Home / Hukum

Kamis, 26 November 2020 - 09:06 WIB

Ini Barang-Barang Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo dan Istri dari Hasil Suap

Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai menjalani pemeriksaan (Foto: Pikiran Rakyat)

Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK usai menjalani pemeriksaan (Foto: Pikiran Rakyat)

JAKARTA, PROGRES.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan bersama enam orang lainnya sebagai tersangka. Tujuh orang ini diduga terlibat kasus suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Menariknya, proses kasus suap ini sudah berlangsung beberapa waktu. KPK menduga proses suap dilakukan secara transfer via rekening bank khusus. Rekening bank ini digunakan sebagai penampung dana dari beberapa pihak. Uang ini dimanfaatkan Edhy dan istri berbelanja sejumlah barang mewah di luar negeri.

“Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP (Edhy Prabowo) dan IRW (Iis Rosyati Dewi, istrinya) di Honolulu, AS, di tanggal 21 sampai dengan 23 November 2020, sejumlah sekitar Rp 750 juta di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, dinukil Progres.id dari Kompas.com, Rabu malam (25/11/2020).

Nawawi menuturkan, KPK sudah lama mendeteksi informasi adanya dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara terkait kasus tersebut.

“Komisi Pemberantasan Korupsi menerima informasi adanya dugaan terjadinya penerimaan uang oleh penyelenggara negara,” tutur Nawawi.

Baca Juga |  Sengketa Pilkada 2017, Hanya Tujuh Gugatan PHP Kada yang Diperkirakan Lolos Sidang Pleno MK

Untuk diketahui, Edhy Prabowo dan sejumlah orang lainnya diciduk KPK pada Selasa (24/11/2020). Kompas.com menulis, tim KPK bergerak dan membagi menjadi beberapa tim di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi untuk menindaklanjuti adanya informasi tersebut.

“Sekitar pukul 00.30 WIB, tim langsung melakukan pengamanan di beberapa lokasi,” ujar Nawawi.

Nawawi menambahkan, di Bandara Soekarno-Hatta, KPK menangkap delapan orang, yaitu Menteri KP Edhy Prabowo, istri Edhy, Iis Rosyati Dewi, staf khusus Menteri KP Safri, dan Direktur Jenderal Tangkap Ikan KKP Zaini. KPK juga mengamankan ajudan Menteri KP Yudha, protokoler KKP Yeni, Humas KKP Desri, dan Direktur Jenderal Budi Daya KKP Selamet.

Mereka ditangkap beberapa saat saja setelah mendarat dari perjalanan dinas ke Honolulu, Hawaii, AS. KPK kemudian menangkap sembilan orang lainnya di rumah mereka masing-masing. Mereka itu yakni, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) Siswadi, pengendali PT PLI Dipo, dan pengendali PT ACK Deden Deni. Lalu, KPK juga mengamankan istri Siswadi, Nety, staf istri Menteri KP Ainul Faqih, staf Menteri KP Syaihul Anam, dan staf PT Gardatama Security Mulyanto. 17 orang yang diamankan itu kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa atau dimintai keterangannya.

Baca Juga |  Hasil Pilpres AS Belum Diketahui, Protes Sudah Terjadi di Beberapa Kota

“Dari hasil tangkap tangan tersebut ditemukan ATM BNI atas nama Ainul Faqih, tas LV, tas Hermes, baju Old Navy, jam Rolex, jam Jacob n Co, tas koper Tumi, dan tas koper LV,” kata Nawawi.

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK pun menetapkan tujuh orang tersangka, yakni Edhy, Safri, Siswadi, Ainul, Suharjito, Andreau, dan Amiril. Edhy, Safri, Siswadi, Ainul, Andreau, dan Amiril selaku tersangka penerima suap disangka melanggar melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Adapun Suharjito selaku tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber: Kompas.com

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Polres Rejang Lebong Amankan Wanita Pemilik 8.300 Pil Koplo dan 500 Pil Trihexyphenidyl

Berita Utama

Pedang Belapis Emas Polri Pemberian Arab Saudi Akan Dilaporkan ke KPK

Berita Utama

Rektor UII Yogya Mengundurkan Diri Pasca Tragedi Diksar Mapala

Hukum

Sampai Larut Malam, Sidang Ahok Hanya Hadirkan Empat Orang Saksi

Berita Utama

Kasi Pidsus Komering Ulu Prioritaskan Ungkap Kasus Korupsi
Satgas KPK keluar gedung PN Kepahiang

Berita Utama

Kabarnya Bupati BS Dirwan Mahmud dan Istri Terjaring OTT KPK?

Hukum

Presiden Jokowi, Istana, BIN Hingga Wakapolri Tanggapi SBY Terkait Isu Penyadapan

Berita Utama

Permohonan Kasasi Warga Kampung Pulo Ditolak Mahkamah Agung
error: Konten ini dirpoteksi !!