Home / Hukum

Selasa, 17 Januari 2017 - 00:01 WIB

Kasus Korupsi e-KTP : Rp 247 Miliar Sudah Terkumpul, Tapi Belum Ada Titik Terang

Kasus e-KTP, bagai mengurai benang kusut | Foto : Republika

Kasus e-KTP, bagai mengurai benang kusut | Foto : Republika

PROGRES.ID, JAKARTA – Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah menyampaikan bahwa selama tahun 2016, KPK melakukan sejumlah penyitaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP dengan total mencapai 247 miliar Rupiah.

“Kami juga dapat informasi bahwa dalam penyelidikan kasus e-KTP ini selama tahun 2016 telah dilakukan sejumlah penyitaan dalam bentuk rupiah 206,95 miliar, kemudian 1.132 SGD dan dalam bentuk dolar Amerika 3.036.715,64 atau semua setara dengan Rp 247 miliar. Semua dalam bentuk uang baik yang cash maupun rekening,” Jelas Febri di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, seperi diberitakan Detik.com, Senin (16/1/2017).

Baca Juga |  Janner Dikenal Sebagai Sosok yang Ramah

Dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu, KPK menilai ada indikasi merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun. Seperti diketahui, Kasus proyek e-KTP ini telah bergulir bertahun-tahun dan seolah mengurai benang kusut.

KPK juga telah memeriksa lebih dari 250 orang saksi terkait kasus proyek yang berlangsung pada 2011-2012 ini. Namun KPK baru menetapkan dua tersangka, yakni Mantan Dirjen Dukcapil Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto.

Dua tersangka tersebut diduga melakukan penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, yakni dengan menggelembungkan anggaran (mark up) proyek pengadaan KTP elektronik. Saat proyek e-KTP berlangsung, Irman menjabat kuasa pengguna anggaran, sedangkan Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen.

Baca Juga |  Pemilik Perusahaan Terjaring OTT KPK, Gaji Ratusan Karyawan PT RPS Terhambat

Selama kasus ini bergulir, KPK telah memeriksa sejumlah tokoh, sebut saja Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, hingga mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.

Tahun 2017 ini, KPK menargetkan akan ada tersangka baru, meski belum ada titik terang siapa tersangka utama dari ‘benang kusut’ kasus korupsi e-ktp ini. (dsy)

Share :

Baca Juga

Hukum

Polisi Sita 200 Liter Tuak

Hukum

Alfamart Digugat, KIP: Donasi dari Masyarakat Dialokasikan ke CSR
edy Prabowo ditetapkan tersangka

Hukum

Ini Barang-Barang Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo dan Istri dari Hasil Suap

Hukum

Ketum MUI Ma’ruf Amin Bersaksi di Persidangan, Ahok Geram
jambret

Hukum

Jambret Tas Pelajar, DPO Polres Rejang Lebong Ini Tertangkap

Hukum

Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan ADD dan DD Desa Air Mundu

Berita Utama

14 Bom Tangsel Ditemukan, Polisi Sita Barang Bukti
Tito Karnavian

Berita Utama

Benarkah Akan Ada Rencana Makar Dibalik Aksi 2 Desember?