Penipuan dengan Modus Order Fiktif Takjil di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo: Katering Rugi Hampir Rp 1 Miliar

Majid Sheikh Zayed Solo (Istimewa)

PROGRES.ID –┬áKisah tragis penipuan dengan modus pesanan fiktif takjil ke Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, telah merugikan dua usaha katering hampir mencapai angka Rp 1 miliar.

Semuanya bermula dari aduan yang disampaikan oleh pemilik katering kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Bacaan Lainnya

Seorang pemilik katering, Erlen Wahyu Ningsih, mengadukan masalah pembayaran pesanan takjil selama bulan Ramadan yang ditujukan ke Masjid Zayed Solo.

Namun, setelah diinvestigasi, ternyata pesanan tersebut fiktif dan tidak ada kaitannya langsung dengan Masjid Zayed Solo.

Berikut adalah fakta-fakta mengenai penipuan dengan modus pesanan fiktif takjil ke Masjid Zayed Solo yang dinukil dari detiknews:

1. Keluhan Pemilik Katering

Erlen Wahyu Ningsih, pemilik katering, mengadukan masalah pembayaran pesanan takjil dan makanan berbuka puasa ke Masjid Zayed yang belum diselesaikan. Dia mengirimkan keluhan tersebut melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (Ulas), memohon kejelasan atas pembayaran yang belum diterima oleh rekan-rekannya.

2. Pesanan Fiktif

Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed, Munajat, membenarkan bahwa ada katering yang mengirimkan pesanan makanan ke masjid selama bulan Ramadan. Namun, katering tersebut tidak terdaftar sebagai pemasok resmi takjil bagi masjid.

3. Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

Dua usaha katering, Vio dari Baki dan Adila dari Tawangsari, jatuh korban atas pesanan fiktif yang dikirim ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Mereka mengalami kerugian hampir Rp 1 miliar karena pesanan tersebut.

4. Pelaku Ditangkap

Pelaku utama, bernama Eko, berhasil ditangkap setelah sempat bersembunyi di Ngawi, Jawa Timur. Namun, dia berhasil membuat rekan-rekannya, termasuk mertuanya, Supodo, menjadi korban penipuan tersebut.

5. Motif Pelaku

Dari keterangan pelaku, motif dari pesanan fiktif ini adalah untuk menutupi rasa malu setelah mengaku memiliki pesanan takjil dari Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Dia kemudian menggunakan alasan sedekah untuk menyampaikan makanan tersebut kepada pihak masjid.

Meskipun korban mengalami kerugian besar, hingga saat ini belum ada keuntungan yang didapat oleh pelaku dari segi materiil. Kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh fakta di balik penipuan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.