Hukum  

Sukses! TNI AL Berhasil Menggagalkan Penyelundupan Benih Bening Lobster ke Singapura Senilai Rp 8 Miliar

favicon progres.id
IST

PROGRES.ID– Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara, Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda bekerja sama dengan Avsec Angkasa Pura I (AP I) telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) dari Surabaya ke Singapura. Kejadian ini terjadi di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada hari Rabu (19/7).

Kronologi kejadian dimulai ketika dua individu, RL dan N, tiba di Terminal 2 untuk menaiki penerbangan Batik Air menuju Singapura dari Surabaya. Saat pemeriksaan barang, Satgaspam Juanda dan Avsec AP I mencurigai dua koper yang dibawa oleh mereka.

Setelah dilakukan penggeledahan, dugaan kecurigaan terbukti benar, karena keduanya ternyata mengangkut benih bening lobster. Koper pertama berwarna merah dan berisi 50 bungkus, sedangkan koper kedua berwarna silver dengan jumlah 23 bungkus.

Selanjutnya, penumpang beserta barang bawaannya diperiksa oleh petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya.

“Setelah pemeriksaan dan penghitungan, barang bukti BBL yang berhasil diamankan berjumlah 71.226 ekor, terdiri dari 56.790 ekor jenis pasir dan 14.436 ekor jenis mutiara, dengan kerugian negara diperkirakan mencapai 8,9 Miliar Rupiah,” ungkap Danlanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, Kamis (20/7/2023).

Rencananya, benih bening lobster yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ini akan dilepaskan kembali ke perairan Laut Bangkalan, Madura.

Keberhasilan TNI AL dan Avsec AP I dalam menggagalkan upaya penyelundupan ini menunjukkan komitmen mereka dalam melindungi kekayaan alam Indonesia, terutama sumber daya laut. Selain itu, tindakan ini juga membuktikan bahwa kerjasama antarinstansi sangat penting dalam menjaga keamanan dan kelestarian sumber daya alam negara.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para penyelundup yang berusaha mengambil keuntungan dari sumber daya alam Indonesia secara ilegal. Seluruh masyarakat, khususnya para pelaku bisnis dan ekspor-impor, diharapkan senantiasa beroperasi secara legal dan beretika untuk menjaga keberlanjutan alam dan kekayaan Indonesia.

Semoga keberhasilan ini dapat menjadi contoh positif dan mendorong kerjasama lebih lanjut dalam pengawasan dan perlindungan sumber daya alam kita, sehingga Indonesia tetap menjadi negara maritim yang kuat dan berdaulat.(bR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *