Home / Internasional

Selasa, 24 November 2020 - 15:29 WIB

Biden Akan Menunjuk Tim Keamanan Nasional

Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wapres AS berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo saat tiba untuk menghadiri jamuan makan siang di Naval Observatory, 28 Oktober 2015 (Foto: Setpres)

Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wapres AS berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo saat tiba untuk menghadiri jamuan makan siang di Naval Observatory, 28 Oktober 2015 (Foto: Setpres)

PROGRES.ID – Presiden AS terpilih Joe Biden mengungkapkan niatnya untuk mencalonkan pejabat tertinggi di tim diplomatik dan keamanan nasionalnya dalam pemerintahannya yang akan datang. Demikian diungkapkannya pada hari Senin (23/11/2020). Itu termasuk salah satu penasihat urusan luar negeri terdekatnya, Antony Blinken, sebagai menteri luar negeri.

Biden mengatakan, ia bermaksud mencalonkan mantan Menlu AS John Kerry ke posisi baru sebagai utusan khusus presiden untuk iklim, sambil memegang kursi di Dewan Keamanan Nasional. Itu adalah suatu indikasi, kata tim transisi Biden, mengenai komitmen presiden terpilih untuk menangani perubahan iklim sebagai masalah keamanan nasional yang mendesak.

Baca Juga |  Penembakan Masjid Christchurch, 3 WNI Selamat 3 Lain Masih Dicari

Menurut berita, Janet Yellen, usia 74 tahun, mantan ketua Bank Sentral AS dicalonkan sebagai Menteri Keuangan oleh Biden. Seperti yang pertama kali diberitakan The New York Times, Yellen akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Departemen Keuangan AS.

Biden mengamati peralihan kekuasaan dari rumahnya di Wilmington, Delaware. Ia memilih Alejandro Mayorkas sebagai kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri. Seorang pengacara Amerika keturunan Kuba itu adalah mantan wakil sekretaris di badan keamanan itu. Jika disetujui oleh Senat, ia akan menjadi pemimpin keturunan Latin dan imigran pertama.

Baca Juga |  Inilah Kawasan di AS yang Banyak Dihuni Jutawan

Biden memilih seorang peremuan lain, Avril Haines, sebagai Direktur Intelijen Nasional. Ia adalah mantan wakil Direktur Badan Intelegen Pusat dan wakil penasihat keamanan nasional. Ia akan menjadi perempuan pertama yang memimpin komunitas intelijen AS. [ps/pp]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Kimia Alizadeh Zenoorin

Berita Utama

Jadi Kontroversi di Iran, Kini Ia Putuskan Tak Berhijab Lagi, Begini Kontroversi Shoreh Bayat
Alti

Berita Utama

Alti Firmansyah, Komikus Perempuan Indonesia yang Mendunia
Brexit

Internasional

Uni Eropa Masih Tunggu Rencana Inggris soal Kesepakatan Brexit

Gadget dan Teknologi

Hari Perempuan Internasional, Google dan Facebook ‘Berkompetisi’
masjid keliling

Berita Utama

Olimpiade 2020, Perusahaan Jepang Kenalkan Layanan ‘Masjid Keliling’
Brexit

Berita Utama

Ekonomi Indonesia Tak Akan Terpengaruh Signifikan Akibat Brexit
Mantan Dubes AS untuk Ukraina

Internasional

Ukraina Selidiki Kemungkinan Terjadinya Pengintaian Rahasia atas Dubes AS
Demonstrans

Berita Utama

Mahasiswa AS Anjurkan Warga Amerika Keturunan Asia Ikut Berdemo
error: Konten ini dirpoteksi !!