Home / Internasional

Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:17 WIB

IMF Sebut Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah Sejak Krisis Keuangan Global

Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath (Foto: VOA Indonesia)

Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath (Foto: VOA Indonesia)

Gita Gopinath

Kepala ekonom IMF, Gita Gopinath (Foto: VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Perekonomian dunia melambat ke titik terendah sejak krisis keuangan global, karena perang dagang Amerika-China, keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan berbagai faktor lain yang mengurangi kepercayaan pemodal dan investasi, kata Dana Moneter Internasional atau IMF hari Selasa (15/10/2019).

IMF memperingatkan, masa depan tampak penuh risiko dan mendesak para pembuat kebijakan ekonomi supaya menyelesaikan secara damai berbagai sengketa dagang, karena tidak banyak cara yang tersedia untuk menangani krisis baru.

“Karena adanya pelambatan ekonomi dan pemulihan yang belum pasti, pandangan global ke depan tentang perekonomian tetap rapuh,” kata kepala ekonom IMF, Gita Gopinath dalam kata pengantarnya tentang ramalan perekonomian yang paling baru.

Baca Juga |  Kabinet Biden Tunjuk Duta Besar untuk PBB

Dana Moneter Internasional tiap tiga bulan dalam tahun terakhir telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019, karena berbagai konflik perdagangan terus memburuk.

IMF memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan tahun ini menjadi tiga persen, turun dua per sepuluh persen. Laporan

itu juga menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun depan menjadi 3,4 persen, atau turun seper-sepuluh persen.

“Kalau pertumbuhan hanya tiga persen, maka para pembuat kebijakan ekonomi tidak bisa membuat kesalahan apapun, dan perlu segera menurunkan ketegangan perdagangan dan ketegangan geopolitik,” kata Gopinath lagi.

Baca Juga |  "Wonder Woman 1984" Raup $ 5,5 Juta pada Pekan Kedua Tayang di AS

Tapi ia menyambut kabar tentang adanya semacam gencatan senjata dalam perang dagang Amerika-China yang diumumkan di Washington minggu lalu.

“Kami menyambut langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan, dan pencabutan berbagai kenaikan tarif impor, karena ini akan menciptakan penyelesaian jangka panjang yang komprehensif, kata Gopinath kepada wartawan.

Perang dagang Amerika-China saja diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia dengan 0,8 persen tahun depan, kata laporan IMF itu. (ii/jm)

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Kebakaran hutan di australia

Internasional

Usai Kebakaran, Australia Bersiap Hadapi Banjir

Internasional

Ditemukan Spesies Baru, Katak Unik Berpendar dan Menyala Dalam Gelap
Presiden AS Donald

Bisnis

Puluhan Bisnis China Masuk dalam Daftar Hitam AS

Berita Utama

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan

Internasional

Situs Baru di Tanah Suci Umat Kristen di Yerusalem Dibuka untuk Paskah
Presiden AS Donald

Internasional

Sepekan Bungkam, Trump Tetap ‘Berkicau’ di Twitter

Gadget dan Teknologi

Fokus Digital, Edisi Cetak Surat Kabar Inggris The Independent Berakhir
monumen Lincoln

Humaniora

Pemimpin Hak-hak Sipil AS Serukan Dialog Baru Soal Rasisme
error: Konten ini dirpoteksi !!