Home / Internasional

Senin, 30 Juli 2018 - 21:58 WIB

Kamboja Akan Jadi Negara Satu Parpol

Perdana Menteri Kamboja dan Presiden Partai Rakyat Kamboja (CPP) Hun Sen bersiap untuk memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Takhmao, Provinsi Kandal, Kamboja, 29 Juli 2018 | Foto: VOA Indonesia

Perdana Menteri Kamboja dan Presiden Partai Rakyat Kamboja (CPP) Hun Sen bersiap untuk memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Takhmao, Provinsi Kandal, Kamboja, 29 Juli 2018 | Foto: VOA Indonesia

PROGRES.ID – Partai yang berkuasa di Kamboja mengklaim telah memenangi semua kursi di parlemen, yang secara efektif mengubah negara itu menjadi negara satu partai.

Dalam pemilihan yang dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia sebagai suatu kebohongan karena partai oposisi utama dilarang, Partai Rakyat Kamboja (CPP) mengatakan, sekarang mereka mengontrol 125 kursi di Majelis Nasional.

Angka-angka CPP itu menunjukkan pilihan paling populer kedua adalah dengan merusak surat suara mereka meskipun ada ancaman pemerintah terhadap mereka yang mempertimbangkan untuk menggunakan hak konstitusional mereka untuk memboikot pemilu.

Baca Juga |  Persaingan Ketat 'Ngamen' di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

“Saya tidak bisa memastikan angka resmi, tetapi saya dapat mengatakan bahwa CPP akan mendapatkan sebagian besar kursi di Majelis Nasional. Posisi Komisi Pemilihan Umum hanya memberikan angka partai mana yang mendapat banyak kursi. Jadi, saya tidak dapat menyampaikan pengumuman atas nama arbitrator,” kata juru bicara CPP, Sok Eysan.

Presiden Kamboja

Perdana Menteri Kamboja dan Presiden Partai Rakyat Kamboja (CPP) Hun Sen bersiap untuk memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Takhmao, Provinsi Kandal, Kamboja, 29 Juli 2018 | Foto: VOA Indonesia

Ditanya apakah dia merasa hasil itu merupakan pandangan buruk untuk legitimasi pemilihan, Sok mengatakan bahwa partai tidak “khawatir tentang kecaman seperti itu.”

Baca Juga |  Helikopter Mars Siap Uji Terbang Bersejarah Awal April

“Jadi hasil pemilihan menunjukkan bahwa ada perkembangan demokrasi di Kamboja karena orang menggunakan hak mereka untuk memutuskan masa depan negara ini,” katanya.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen kini akan memperpanjang pemerintahannya untuk masa jabatan lima tahun lagi, selama 33 tahun berkuasa di kamboja. Sembilan belas partai kecil ikut serta dalam pemilihan, memenangkan sebagian kecil suara di antara mereka. [lt]

_______________________________________

Sumber: www.voaindonesia.com

Share :

Baca Juga

Masjid Serefudin

Infrastruktur

Masjid Putih Serefudin di Bosnia: Dulu Tak Dipandang, Kini Jadi Kebanggaan
Amerika Serikat Iran

Berita Utama

Reaksi Dunia Terhadap Ketegangan AS-Iran Terfokus pada Deeskalasi
Minyak Arab Saudi

Berita Utama

Arab Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah
senjata 3 dimensi

Berita Utama

Meski Dilarang Hakim Federal, Instruksi Pembuat Senjata 3D Mulai Dijual
earth hour

Berita Utama

Peringati Earth Hour, Lampu Dipadamkan di Seluruh Eropa 
Donald Trump

Berita Utama

Trump Tegaskan Perubahan Iklim Bukan Hoaks
General motors

Internasional

General Motors akan Keluar dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand

Internasional

Komunitas Muslim Bantu Bangun Kehidupan Warga Albania Pascagempa
error: Konten ini dirpoteksi !!