Home / Berita Utama / Internasional

Sabtu, 18 Februari 2017 - 10:16 WIB

Kasus Terbunuhnya Kim Jong Nam, Masih Terlalu Dini Untuk Disimpulkan

Kepolisian Malaysia sejauh ini masih menyelidiki kasus terbunuhnya Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un | Foto : SBS

Kepolisian Malaysia sejauh ini masih menyelidiki kasus terbunuhnya Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un | Foto : SBS

PROGRES.ID, KUALA LUMPUR – Aparat kepolisian Malaysia sejauh ini masih menyelidiki kasus terbunuhnya Kim Jong Nam (KJN), kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un. Namun, berbagai spekulasi berkembang liar, mulai dari keterlibatan agen mata-mata hingga keterlibatan pihak Korea Utara.

Dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Sabtu (17/2/2017). Pejabat kepolisian Malaysia direktur Cabang Khusus Bukit Aman, Datuk Seri Mohamad Fuzi Harun menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan kasus tersebut cenderung rumit. Dia menolak berkomentar lebih jauh mengenai penangkapan dua wanita berpaspor asing dan seorang pria Malaysia terkait pembunuhan tersebut.

Muhammad Fuzi juga menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan peran agen asing dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam.

Seperti diberitakan, Kim Jong-Nam tewas setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Pria berumur 46 tahun itu diduga diracun oleh oleh dua orang wanita.

Kedua wanita itu tertangkap kamera CCTV bandara memegang dan menyemprotkan semacam cairan racun ke wajah Kim Jong-nam.

Baca Juga |  Jadi Tokoh Manga Jepang, Mentri Susi Ingin Bertemu Komikus yang Menggambar Dirinya

Tersangka pertama adalah Doan Thi Huong (DTH). Dalam rekaman CCTV, DTH teridentifasi memakai kaos putih bertuliskan ‘LOL’. Ia ditangkap kepolisian Malaysia di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada Rabu (15/2) pagi. Wanita yang memegang paspor Vietnam ini mengaku diperdaya untuk menyerang Jong-Nam.

Sehari kemudian,Kamis (16/2) dini hari, polisi Malaysia menangkap seorang perempuan lagi. berpaspor Indonesia. Wanita itu bernama Siti Aisyah ditangkap di sebuah hotel di Ampang, Kuala Lumpur.

Diketahui, Siti Aisyah tercatat sebagai warga Serang, Banten. Perempuan yang 10 tahun tinggal di Gang Kacang RT 05 RW 03 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat itu diduga terlibat karena ajakan DTH.

Sedangkan seorang lainnya yang ditahan adalah Muhammad Farid Jalaluddin, pria berkebangsaan Malaysia yang diyakini sebagai kekasih Siti.

Dalam pemeriksaan, baik Siti dan Dong mengaku tidak menyadari bahwa perbuatan mereka berakibat kematian Kim Jong-nam. kedua perempuan itu mengatakan mereka diminta oleh seorang pria untuk menyemprotkan cairan ke wajah Kim Jong-nam sebagai bagian dari sebuah acara lelucon mirip ‘Just for Laughs’. Just for Laughs adalah sejenis acara komedi reality yang terkenal dengan mengerjai korban untuk bahan lelucon belaka
.
Dikutip dari okezone (18/2), DTH diketahui bepergian bersama seorang teman perempuan (siti -red) dan empat laki-laki. Mereka datang ke Malaysia sebagai turis. Menurut Doan Thi Huong, setiba mereka di KLIA 2, empat teman laki-lakinya itu berkata ingin mengerjai seorang penumpang di sana sebagai lelucon.

Baca Juga |  Ngaku Hacker? Kominfo Jaring 10 Ribu Jagoan Cyber Security Lewat Born To Control

Mereka lalu menyuruh Doan Thi Huong menyemprot korban dengan cairan tertentu. Teman perempuannya bertugas menutup wajah korban dengan sapu tangan. Saat ini kepolisian Malaysia masih memburu empat pria terkait pembunuhan Kim Jong-Nam. (dsy)

Share :

Baca Juga

Evakuasi korban gempa lombok

Berita Utama

Usai Gempa Kuat di Lombok, Operasi SAR Berlanjut
saham

Berita Utama

Saham AS Kembali Turun di Tengah Kekhawatiran Pandemi Corona
mariah carey

Berita Utama

Abaikan Seruan Boikot, Mariah Carey Tampil di Arab Saudi
vaksinasi sinopharm

Berita Utama

Pemerintah Datangkan 2 Juta Dosis Sinopharm untuk Vaksin Mandiri
Bali

Berita Utama

Daftar Negara Terkaya di Dunia Versi IMF 2018, Indonesia Ranking 7
kpu

Berita Utama

5 Timsel Calon Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, 4 Akademisi 1 Birokrat
Erdogan dan Mattis

Internasional

AS Prihatin Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal Rusia
KSPI

Berita Utama

KSPI Tetap Gelar Aksi Demo 2 Desember
error: Konten ini dirpoteksi !!