Home / Berita Utama / Internasional

Kamis, 23 Maret 2017 - 11:28 WIB

KBRI Himbau WNI Ikuti Anjuran Kepolisian Inggris Terkait Aksi Terorisme Internasional

Aksi Teror yang terjadi di London/ Foto: detiknews.com

Aksi Teror yang terjadi di London/ Foto: detiknews.com

PROGRES.ID, LONDON- Terkait aksi teror di London, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris terus memantau perkembangan situasi seusai serangan teror di Kompleks Parlemen Inggris di kawasan Westminster.

KBRI mengimbau agar masyarakat Indonesia dapat mengikuti anjuran pihak Kepolisian Inggris untuk menghindari kawasan Parliament Square, Whitehall, Westminster, Lambeth Bridge, Victoria Street, Broadway dan Victoria Embankment.

“Kami masih terus memonitor situasi dan mendapatkan informasi yang komprehensif. Situasinya masih berkembang,” kata Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia Rizal Sukma, dikutip dari Antara Rabu, (22/3/2017).

Sejauh ini, tidak ada WNI yang menjadi korban atas insiden tersebut. Namun, seperti yang dirilis Detik.com pihak kepolisian menyatakan lima orang tewas dalam insiden yang disebut sebagai ‘serangan teroris’ dan korban yang tewas tersebut termasuk seorang aparat polisi yang ditikam serta pelaku penikaman yang kemudian ditembak polisi.

Baca Juga |  Paus Serukan Gencatan Senjata dan Perundingan di Afghanistan

Bagi WNI yang mengalami masalah terkait peristiwa tersebut, dapat melaporkan kepada KBRI London melalui sambungan hotline +44 (0) 7881221235.

Menurut CNN, Kepolisian Metropolitan London dalam pernyataannya mengatakan belum dapat menyebut siapa aksi teror yang terjadi di depan kompleks parlemen Inggris, di Westminster, London. Namun, pihak polisi mengklaim kejadian tersebut diduga terinspirasi dari aksi teroris internasional.

“Saya belum dapat berkomentar pada saat ini terkait dengan identitas penyerang,” kata Mark Rowley, wakil deputi komisi aksi dan ketua penanggulangan terorisme Kepolisian Metropolitan London.

Baca Juga |  Hujan Deras Sebabkan Banjir di Turki dan Rusia

“Namun berdasarkan penyidikan yang sedang kami lakukan, kami berasumsi aksi tersebut terinspirasi terorisme internasional,” lanjut Rowley.

Sebelumnya, pelaku yang mengendarai mobil menabrakkan kendaraannya ke sejumlah pejalan kaki sebelum menusuk seorang polisi di luar gedung parlemen.

Saksi mata mendengar orang-orang berteriak dan melihat tubuh orang-orang berserakan dalam insiden yang terjadi di trotoar di depan gedung parlemen.

Mobil itu kemudian menabrak pagar yang mengelilingi Istana Westminster, dekat Big Ben di Parliament Square, dimana penyerang keluar dan menikam seorang polisi. (dsy)

Share :

Baca Juga

Gubernur Rohidin mersyah

Berita Utama

Masuki Tahap Appraisal, Gubernur Rohidin Ke PT HK Bicarakan Progres Jalan Tol

Berita Utama

Mengatasi Kekurangan Pangan dengan Makanan Sisa

Berita Utama

Mulai Tahun Ajaran 2017/2018, Pemkot Tangerang Gratiskan Biaya Sekolah SMP dan SD negeri maupun swasta

Berita Utama

Presiden Filipina Duterte Setuju Calonkan Diri Sebagai Wapres Tahun 2022
mohammad saleh

Berita Utama

Ini Profil Ketua DPD RI Mohammad Saleh

Berita Utama

Teknologi 5G Memungkinkan Interaksi Supercepat
sri bintang pamungkas

Berita Utama

Dugaan Makar, 7 Orang Dipulangkan, 3 Masih Ditahan

Berita Utama

Taliban Rebut Beberapa Ibu Kota Provinsi Utama Afghanistan