Kisah Dzafran Amir, Penumpang Selamat dari Turbulensi Ekstrem Singapore Airlines Berkat Sabuk Pengaman

singapore airlines
Pesawat Singapore Airlines (Foto: singaporeair.com)

PROGRES.ID –┬áDzafran Amir, seorang pelajar Malaysia yang menjadi penumpang Singapore Airlines SQ321, selamat dari turbulensi ekstrem berkat keputusannya untuk tetap mengenakan sabuk pengaman.

Saat turbulensi terjadi, banyak penumpang terlempar ke langit-langit pesawat karena tidak mengenakan sabuk pengaman.

Bacaan Lainnya

Dzafran, yang awalnya mengira turbulensi itu biasa saja, segera menyadari situasinya semakin memburuk. Ia melihat orang-orang terbanting ke atas kabin dan terluka parah.

Setelah turbulensi mereda, penumpang yang tidak terluka, termasuk Dzafran, membantu memeriksa kondisi penumpang lain.

“Anda memiliki antisipasi untuk naik. Dan pada saat itu, saya merasa perlu mengencangkan sabuk pengaman saya dan semacam mengamankan diri karena pada saat itu, ketika pesawat mulai berhenti dan kemudian menukik ke bawah, itulah yang menyebabkan segalanya menjadi sangat, sangat buruk di dalam pesawat,” kisahnya kepada CNA’s Singapore Tonight pada Rabu (22/05/2024).

Pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bangkok karena kerusakan yang dialami. Dzafran baru menyadari tingkat kerusakan dan cedera penumpang lainnya saat pendaratan. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai salah satu momen yang paling mengerikan dan mengejutkan.

Setelah mendarat, petugas medis dan perawat segera memeriksa para penumpang. Penumpang yang tidak terluka dievakuasi terlebih dahulu, sementara yang terluka tetap di pesawat untuk mendapatkan perawatan.

Dzafran memuji penanganan yang dilakukan oleh pihak bandara dan staf Singapore Airlines dalam memastikan semua penumpang mendapatkan perawatan yang baik. Meskipun merasa cemas dan lelah, ia merasa lega ketika penerbangan bantuan tiba untuk membawa penumpang ke Singapura.

Dzafran, yang bersyukur tidak mengalami cedera fisik, mengatakan pengalaman ini membuatnya semakin sadar akan pentingnya mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan, bahkan ketika tanda sabuk pengaman sudah dimatikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.