Home / Internasional

Jumat, 2 Juli 2021 - 22:38 WIB

Para Nenek Milenial Jadi Influencer Populer di Korsel

Dalam tangkapan layar video iklan, aktris Korea Selatan Youn Yuh-jung, pemeran dalam film

Dalam tangkapan layar video iklan, aktris Korea Selatan Youn Yuh-jung, pemeran dalam film "Minari" menjadi bintang iklan produsen bir, Oriental Brewery. (Foto: Oriental Brewery via AP)

PROGRES.ID – Wajah-wajah baru di antara para pemengaruh atau influencer Korea Selatan bukan lagi selebritas berusia 20-an seperti biasanya. Sebaliknya, media hiburan dan media sosial berfokus pada generasi baru, yaitu generasi yang lebih tua.

Para perempuan berusia matang yang sempat tidak dilirik oleh industry hiburan di Korea Selatan karena masih berpegang pada peran-perang perempuan tradisional yang konservatif. Biasanya mereka hanya mendapat peran sebagai ibu yang berdedikasi.

Namun kini, perempuan yang berusia lebih tua menjadi pusat di sejumlah serial iklan dan hiburan

Menurut laporan lantor berita Associated Press pelopor tren ini adalah pemenang Oscar, Youn Yuh-Jung. Aktris berusia 74 tahun yang berperan dalam film “Minari” itu tampil dalam iklan bir produksi Oriental Brewery dan aplikasi belanja Zig Zag dalam dua kampanye iklan baru-baru ini.

Video bir menyoroti orisinalitas juru bicaranya, yang mengatakan: “Bagi seseorang seperti saya membintangi iklan bir, dunia menjadi jauh lebih baik.” Dengan bir merek Cass di tangannya, Youn mengatakan dia berteman dengan menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bagaimana bir yang membantu orang menghilangkan kecanggungan sosial mereka.

Baca Juga |  Masjid Putih Serefudin di Bosnia: Dulu Tak Dipandang, Kini Jadi Kebanggaan

Produser Korea Selatan, Kim Sehee, mengatakan kemenangan Youn dalam Oscar awal tahun ini menginspirasi serial hiburannya, “Wassup K-Grandma.” Dia mengatakan anak muda Korea Selatan memiliki minat baru pada orang-orang yang berusia lebih tua. Bahkan hingga memunculkan istilah baru “harmaenial”, yaitu gabungan dari kata “harmoni” atau nenek dalam Bahasa Korea dan kata “millennial”dalam Bahasa Inggris.

Menurut Kim, serial yang mulai tayang dpada Mei adalah salah satu acara Korea pertama yang menampilkan para nenek sebagai karakter utama. Acara itu mendatangkan tamu internasional sebagai menantu yang tinggal sementara dengan nenek Korea.

Keseruan acara ini muncul dari dari upaya para nenek untuk berkomunikasi dengan mertua asing mereka dan berbagi makanan buatan sendiri dan minuman ginseng beralkohol yang berusia puluhan tahun.

Park Makrye, seorang YouTuber Korea Selatan yang populer, mengatakan sikap negara tersebut terhadap gender dan usia telah berubah dengan cepat.

“Dulu, orang mengira perempuan seharusnya hanya ibu rumah tangga yang memasak di rumah, tapi itu dulu. Masyarakat harus beradaptasi dengan era saat ini,” ujarnya.

Baca Juga |  Juara Karate Afghanistan Resah Karier Atlet Perempuan Tamat

Park, 74, adalah salah satu perintis tren ini di Korea Selatan. Saluran YouTube-nya “Korean Grandma” memiliki lebih dari 1,32 juta pelanggan. Dalam videonya, Park melontarkan sumpah serapah saat mengulas drama Korea dan berteriak sekencang-kencangnya saat paralayang untuk pertama kalinya.

Keberhasilan Park telah membuka jalan bagi orang lain. Jang Myung-sook memberikan tips mode dan gaya hidup di salurannya “Milanonna”; seorang lansia berusia 90an yang dikenal sebagai Nenek “Gganzi” ngerap dan berbagi pengalaman pribadi hidup di zaman penjajahan Jepang; dan seorang YouTuber berusia 76 tahun memamerkan “kehidupan lajangnya”dalam “G-gourmet. ”

“Saya ingin memberitahu nenek untuk mencoba semua yang mereka ingin lakukan dan tidak peduli dengan usia mereka,” kata Park kepada The Associated Press.

“Untuk anak muda… Anda akan baik-baik saja selama Anda sehat,” katanya. “Silakan berjuang dan semoga berhasil. [na/ft]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Astronot China Yang liwei

Internasional

Sedang Berada di Luar Angkasa, Astronot Tiongkok Dikejutkan Suara Mengetuk

Berita Utama

Diaspora Indonesia di Jerman Luncurkan Album di Spotify

Berita Utama

7 Tewas di Gerbang Bandara Kabul; Taliban Salahkan AS

Berita Utama

Vietnam Percepat Program Vaksinasi COVID-19

Berita Utama

Belasan Ribu Yatim Piatu Korban COVID-19 Butuh Pendampingan Terpadu

Berita Utama

Teknologi 5G Memungkinkan Interaksi Supercepat

Berita Utama

Kelompok Nirlaba Kenya Membantu Perempuan Selama Pandemi

Berita Utama

Donor Janjikan 1,2 Miliar Dolar untuk Krisis Afghanistan