Tragedi di Louisville: Pesawat Kargo UPS Terbakar Usai Lepas Landas, 12 Orang Tewas, Kotak Hitam Ditemukan

favicon progres.id
kepulan asap dari jatuhnya pesawat ups
Kepulan asap pekat dari ledakan pesawat kargo UPS yang jatuh usai lepas landas (Via CNBC/Reuters/Jeff Faughender/Courier Journal)

PROGRES.ID — Malam di Bandara Internasional Louisville berubah menjadi lautan api pada Selasa (5/11/2025), ketika sebuah pesawat kargo UPS jenis McDonnell Douglas MD-11 jatuh dan terbakar sesaat setelah lepas landas menuju Honolulu.

Kecelakaan tragis ini menewaskan 12 orang, terdiri dari tiga awak pesawat dan sembilan warga di darat, serta memicu kebakaran besar di kawasan industri sekitar bandara.

Detik-Detik Kecelakaan

Menurut laporan awal National Transportation Safety Board (NTSB), api besar terlihat di sekitar sayap kiri pesawat sesaat sebelum kehilangan kendali. Salah satu dari tiga mesin diketahui terlepas dari badan pesawat ketika pesawat masih melaju di landasan pacu.

Pesawat berusia 34 tahun itu akhirnya meluncur keluar pagar bandara dan menghantam deretan bangunan industri, memicu bola api raksasa yang menjalar hingga 800 meter.

Salah satu fasilitas yang terbakar adalah pabrik daur ulang minyak bumi, yang kemudian meledak hebat dan membuat langit Louisville diselimuti asap hitam pekat.

Kebakaran tersebut memaksa otoritas menutup bandara sepanjang malam dan menghentikan aktivitas di UPS Worldport, pusat distribusi udara global milik perusahaan.

Kotak Hitam Ditemukan, Jadi Kunci Misteri

Tim penyelidik NTSB memastikan dua kotak hitam — flight data recorder dan cockpit voice recorder — berhasil ditemukan dalam kondisi relatif utuh di antara puing-puing pesawat yang masih hangus.

Keduanya telah dikirim ke laboratorium NTSB di Washington D.C. untuk dianalisis.

“Kami yakin data di dalamnya masih bisa dibaca dan akan menjadi kunci untuk memahami penyebab tragedi ini,” kata Todd Inman, juru bicara NTSB.

Laporan awal diperkirakan akan dirilis dalam 30 hari ke depan, sementara hasil lengkap penyelidikan kemungkinan baru keluar dalam 12 hingga 24 bulan.

Status Darurat Ditetapkan

Gubernur Kentucky Andy Beshear menetapkan status darurat pada Rabu (6/11) untuk mempercepat proses evakuasi dan bantuan kepada para korban.

Sementara itu, Wali Kota Louisville Craig Greenberg mengonfirmasi peningkatan jumlah korban tewas dan menyampaikan duka mendalam bagi keluarga yang terdampak.

“Jumlah korban kini mencapai 12 orang. Beberapa lainnya masih belum ditemukan,” ujarnya melalui platform X.

Sebanyak 11 orang luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Sekitar 200 petugas pemadam dan 50 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang baru sepenuhnya padam menjelang dini hari.

Operasional UPS Terganggu

Bandara Louisville kembali beroperasi pada Rabu pagi, namun landasan tempat kecelakaan terjadi ditutup selama sekitar 10 hari untuk investigasi dan perbaikan.

UPS juga menghentikan proses sortir paket di fasilitas bandara sejak malam kejadian dan membatalkan satu shift tambahan keesokan harinya.

Serikat Independent Pilots Association, yang mewakili 3.300 pilot UPS, mengonfirmasi bahwa ketiga awak yang tewas adalah anggota mereka dan turut membantu proses investigasi.

Pesawat Tua, Rute Panjang

Pesawat MD-11 yang naas itu membawa bahan bakar penuh untuk penerbangan 8,5 jam menuju Hawaii. Model pesawat tersebut sudah tidak diproduksi sejak tahun 2000, dan kini hanya digunakan untuk penerbangan kargo oleh beberapa maskapai seperti UPS dan FedEx.

Perusahaan Boeing — yang mengakuisisi McDonnell Douglas pada 1997 — serta GE Aerospace selaku produsen mesin, menyatakan akan bekerja sama penuh dengan penyelidikan NTSB.

Fokus Investigasi: Mesin Kiri yang Terbakar

Pakar keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse menilai, penyelidikan akan berfokus pada mesin kiri yang dilaporkan terbakar dan terlepas sebelum pesawat jatuh.

“MD-11 seharusnya masih bisa terbang dengan satu mesin mati. Namun kami perlu meneliti apakah kehilangan mesin itu memengaruhi stabilitas atau struktur pesawat,” ujarnya.

Tragedi ini menjadi kecelakaan fatal pertama bagi UPS dalam 12 tahun terakhir, setelah insiden tahun 2013 di Birmingham, Alabama, yang menewaskan dua awak pesawat Airbus milik perusahaan.

Duka di Langit Louisville

Hingga kini, lokasi jatuhnya pesawat masih dijaga ketat. Warga sekitar menyalakan lilin dan menaruh bunga di pagar pembatas sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

Sementara itu, dunia penerbangan internasional kembali diingatkan bahwa keselamatan di udara tidak pernah bisa diabaikan — bahkan oleh raksasa logistik dunia.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *