Home / Internasional

Jumat, 17 Januari 2020 - 18:03 WIB

Ukraina Selidiki Kemungkinan Terjadinya Pengintaian Rahasia atas Dubes AS

Mantan Dubes Amerika di Ukraina, Marie Yovanovitch di Gedung Capitol, Washington, D.C., 15 November 2019. (Foto: dok. VOA Indonesia).

Mantan Dubes Amerika di Ukraina, Marie Yovanovitch di Gedung Capitol, Washington, D.C., 15 November 2019. (Foto: dok. VOA Indonesia).

Mantan Dubes AS untuk Ukraina

Mantan Dubes Amerika di Ukraina, Marie Yovanovitch di Gedung Capitol, Washington, D.C., 15 November 2019. (Foto: dok. VOA Indonesia).

PROGRES.ID – Polisi Ukraina telah mulai penyelidikan tentang kemungkinan terjadinya pengintaian illegal atas Dubes Amerika oleh kelompok orang yang belum diketahui, sebelum Dubes itu ditarik dari posnya bulan Mei tahun lalu.

Pengumuman itu dikeluarkan dua hari setelah para anggota DPR Amerika dari partai Demokrat merilis sejumlah besar dokumen yang menunjukkan bahwa Lev Parnas, rekan pengacara pribadi Presiden Trump, berbicara tentang pemberhentian Dubes Amerika di Ukraina, Marie Yovanovitch.

Baca Juga |  Media AS Beritakan Pelantikannya Sepi, Donald Trump Geram

Kementerian Dalam Negeri Ukraina yang mengatasi jawatan kepolisian mengatakan, polisi Ukraina “tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri di Amerika.”

“Tapi, dokumen-dokumen yang telah diungkapkan itu mengandung fakta-fakta yang mungkin melanggar undang-undang di Ukraina dan Konvensi Jenewa tentang hubungan diplomatik antar negara, yang melindungi hak para diplomat yang ditugaskan di negara lain,” kata pernyataan kementerian dalam negeri itu.

Tujuan kami adalah menyelidiki apakah ada pelanggaran undang-undang Ukraina dan internasional, yang mungkin harus diselidiki. “Atau apakah dokumen-dokumen itu menunjukkan informasi palsu dalam percakapan antara dua orang warga negara Amerika,” tambah pernyataan departemen itu.

Baca Juga |  Inilah Kawasan di AS yang Banyak Dihuni Jutawan

Dalam kasus yang menyangkut pemakzulan Presiden Trump, Ukraina mengatakan akan memulai penyelidikan atas laporan yang mengatakan bahwa peretas Russia telah mengakses komputer perusahaan gas alam Ukraina, Burisma.

Hunter Biden, putra saingan politik Trump dan mantan wakil Presiden Amerika Joe Biden, pernah duduk dalam dewan direksi perusahaan itu.Penyelidikan pemakzulan Trump dimulai atas tuduhan bahwa Trump menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Burisma sambil menahan ratusan juta dollar bantuan militer yang sudah dijanjikan.

Dinas Penyidikan Federal Amerika atau FBI telah diundang untuk menyelidiki peretasan komputer Burisma itu, kata kementerian dalam negeri Ukraina.[ii/jm]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Sadiq Khan

Internasional

Walikota London Paling Rindu Minuman Ini Kala Puasa Sampai 19 Jam

Berita Utama

Media AS Beritakan Pelantikannya Sepi, Donald Trump Geram
misi mars uni emirat arab

Berita Utama

Uni Emirat Arab Luncurkan Misi ke Mars dengan Roket Jepang
Erdogan dan Mattis

Internasional

AS Prihatin Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal Rusia

Berita Utama

Rio Haryanto Finis Urutan 17, Rosberg Menangi GP Formula 1 Bahrain

Berita Utama

Trump: Terlalu Cepat Tuduh Rusia Retas Pemilu AS
General motors

Internasional

General Motors akan Keluar dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand
Boneka Gulali Maulid Nabi di Mesir

Berita Utama

Maulid Nabi di Mesir, Dulu Ada Permen Boneka Gulali, Kini Diganti Boneka Plastik
error: Konten ini dirpoteksi !!