Home / Humaniora / Internasional

Senin, 18 November 2019 - 09:58 WIB

WHO Serukan Perketat Penggunaan Rokok Elektronik

Ilustrasi (VOA Indonesia)

Ilustrasi (VOA Indonesia)

rokok elektronik

Ilustrasi (VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Para pejabat kesehatan dunia semakin khawatir akan risiko kematian dan kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan rokok elektronik atau vaping, yang terjadi di Amerika, Eropa, dan sejumlah negara lain.

Kematian seorang pemuda di Belgia dan berbagai laporan tentang penyakit yang disebabkan vaping di Filipina dan sejumlah negara lain memicu seruan supaya diambil tindakan.

WHO sangat cemas bahwa peralatan vaping atau rokok elektronik itu terus dipasarkan sebagai produk yang sehat dan bisa melepaskan ketergantungan pada rokok dan nikotin yang biasa. Kata juru bicara WHO Christian Lindmeier, klaim kesehatan yang diajukan oleh para pembuat rokok elektronik itu tidak ada buktinya.

Baca Juga |  Eropa Berhasil Tekan Lonjakan Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19

“Klaim bahwa e-cigarette ini lebih aman dibanding rokok biasa, tidak berarti bahwa bahwa rokok elektronik itu tidak berbahaya. Perangkat vaping itu menghasilkan gas aerosol yang mengandung berbagai racun yang bisa mengakibatkan sejumlah perubahan pathologis pada penggunanya. Gas ini juga merupakan risiko bagi orang-orang yang tidak merokok, pada anak-anak, dan perempuan hamil,” kata Lindmeier.

Pusat pencegahan penyakit Amerika telah mengukuhkan sedikitnya 42 kemartian di 24 negara bagian dan di kawasan ibukota Washington DC, dan lebih dari 2,100 orang yang sakit karena menggunakan produk-produk vaping.

Baca Juga |  Grab Pertimbangkan Melantai di Bursa AS pada Tahun Ini

Vaping adalah industri yang sangat menguntungkan, karena jumpah penggunaannya naik dari tujuh juta orang tahun 2011, menjadi 41 juta ornag tahun lalu. Keuntungan pembuatnya naik hampir tiga kali lipat, dari 6,9 miliar dollar lima tahun lalu menjadi lebih dari 19 milyar dolalr tahun ini. karema itu, usaha mencegah industri rokok untuk mengurangi penjualan e-cigarette akan sangat sulit.

WHO menganjurkan supaya segera dimulai studi jangka panjang tentang dampak penggunaan nikotin lewat rokok elektronik. (ii)

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Balapan di Sirkuit Shanghai, Rio Start di Depan Hamilton

Berita Utama

Khawatir Pandemi, Banyak Perempuan AS Pilih Melahirkan di Rumah
uss theodore

Internasional

Kapal Induk AS Berlayar ke Laut Cina Selatan di Tengah Menegangnya Situasi
Presiden Kamboja

Internasional

Kamboja Akan Jadi Negara Satu Parpol
hacker

Berita Utama

Lagi, Hacker Jebol 240 Miliar dari Server Electronic Art
jurnalis peduli dampak covid

Berita Utama

Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 Buka Posko Pengaduan Dampak
Pengunjung Los Angeles

Berita Utama

Siap Nonton Oscars di Hollywood, Wisatawan Tak Khawatir Virus Corona
Wang Wenbin

Internasional

Tiongkok Kirim ‘Ucapan Selamat’ untuk Biden Atas Kemenangan Pemilu
error: Konten ini dirpoteksi !!