Home / Islam

Minggu, 12 September 2021 - 14:34 WIB

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

PROGRES.ID – Dalam hidup, terkadang kita menemui masalah dengan orang lain. Saat mengalami hal demikian, kita sudah sepatutnya berikhtiar (berusaha) memecahkan masalah tersebut. Namun, jika usaha itu tak membuahkan hasil, maka jalan terakhir adalah berdoa agar orang lain yang memiliki masalah dengan kita pun dapat lunak hatinya.

Selepas mengerjakan salat (sholat) fardhu, ada baiknya kita membaca doa, agar orang tersebut dilembutkan hatinya. Adapun doa meluluhkan hati seseorang yang bisa dibaca adalah seperti ini:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ،

اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ

فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma Antal ‘Aziizul kabiir, wa ana ‘abdukadh dho’iifudz dzaliil Alladzii laa haula walaa quwwata illa bika. Allahuma sakhkhir lii fulaan ( kata fulaan ganti dengan nama orang yang dimaksud) kama sakhkhorta Fir’aun li Musa, wa layyin lii qolbahu kamaa layyantal hadiid li Dawud. Fainnahu laa yantiqu illa bi idznika, naa shiyatuhu fii qobdlotika, wa qolbuhuu fii yadika, Jalla tsanaa u wajhika yaa arhamar roohimiin.

Artinya:

Ya Allah bahwasanya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Besar. Dan sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang hina lagi lemah. Ya Allah mudahkanlah bagiku urusanku, sebagaimana Engkau mudahkan bagi urusan Fir’aun kepada Musa dan lunak hati manusia bagiku sebagaimana Engkau lunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, Wahai Tuhan Yang Punya Keagungan dan Kemuliaan, perkenanlah ya Allah.

Baca Juga |  Jadwal Sholat Kota Bengkulu September 2021

Pada suatu ketika, Rasulullah Muhammad SAW berkata kepada sahabat Umar bin Khattab saat menemuii orang yang kikir atau raja yang kejam.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Syifa’ ibnu Sab’in dari sahabat Anas bin Malik rodliyallohu anhu.  Ia berkata : Aku mendengar Rasululloh SAW berkata kepada Umar bin Khottob rodliyallohu anhu :

“Wahai Umar, apabila engkau memiliki kepentingan terhadap seseorang yang sangat kikir dan bakhil, atau kepada seorang raja yang kejam, atau ketika akan menagih hutang, maka bacalah doa ini :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Kemudian Rasululloh SAW melanjutkan :

” Wahai Umar, aku yg menjadi jaminanya bahwa orang yg membacanya dengan hati yang penuh keyakinan, maka insya Allah semua hajatnya akan terpenuhi.”

Baca Juga |  Dalil Tentang Doa Orang Terzalimi yang Mustajab

Doa Nabi Musa Saat Menghadapi Fir’aun

Selain doa tadi, ada pula doa lainnya yang bisa diamalkan. Doa ini dibaca oleh Nabi Musa AS saat ia akan menemui Fir’aun yang kejam dan keras hatinya.

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28)

Berkata Musa, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”. (Surat At Thaha: 25).

Ahli Fiqih Ibnu Katsir pernah berujar, ayat itu pernah dipanjatkan Nabi Musa AS kepada Allah SWT. Dia (Nabi Musa) memohon agar Allah SWT melapangkan dadanya saat menyampaikan risalah yang dibebankan kepadanya.

Seperti diketahui dalam sejarah diceritakan bahwa fir’aun adalah raja yang kejam dan sewenang-wenang. Ia memiliki kerajaan yang megah dan makmur, namun rakyatnya tertindas. Bahkan bani Israil dijadikan budak untuk membangun piramid-piramid dan bangunan kerajaan lainnya.

Pada akhirnya, Allah SWT menjatuhkan azab kepada Fir’aun dengan menenggelamkannya ke Laut Merah saat ia dan rombongannya mengejar rombongan Nabi Musa AS dan Bani Israil yang sedang melakukan perjalanan keluar dari Mesir.

Wallahu A’lam

 

Editor: Mukhtar Amin

Share :

Baca Juga

doa orang terdzolimi teraniaya

Berita Utama

Dalil Tentang Doa Orang Terzalimi yang Mustajab
Jadwal Sholat Kota Bengkulu

Islam

Jadwal Sholat Kota Bengkulu September 2021