Putri Bengkulu, Sang Perajut Merah-Putih Role Model Perempuan Indonesia

Agustus 19, 2019
Humaniora Kolom 0   126 views 0

Oleh: Yedija Manullang

Yedija Manulang

Yedija Manulang (Foto: Dok. Pribadi/PROGRES.ID)

Merdeka !!! 74 tahun yang yang lalu bangsa yang besar bangsa Indonesia merdeka. Pun tidak lepas dari tradisi masyarakat Indonesia menjelang 17 Agustus maka akan banyak masyarakat memasang  bendera merah putih didepan rumah, hal ini juga sebagai intruksi dari pemerintah untuk melaksanakan hal tersebut.  Bendera yang kita pasang dan menjadi salah satu simbol dari negara Indonesia. Hal ini yang kemudian mengingatkan kita akan seorang perempuan asal Bengkulu yang dianugerahi sebagai perajut sang merah putih.

Fatmawati Soekarno. Ya, Fatmawati Sukarno adalah sosok yang tidak asing didalam kacamata masyarakat Indonesia khususnya di daerah Bengkulu. Fatwamati Sukarno yang memiliki nama asli Fatimah lahir pada 5 February 1923 di Bengkulu menjalani masa kanak-kanak hingga pemuda di Bengkulu. Fatmawati yang didaulat sebagai perintis kemerdekaan dan Pahlawan Nasional berdasarkan dengan SK. Presiden RI No. 118/TK/2000, tanggal 4 November 2000, karena memiliki andil yang besar dalam proses perjalanan panjang menuju kemerdekaan Republik Indonesia. Mungkin banyak dari kita berasumsi bahwa Fatmawati hanyalah perempuan yang menjahit Sang Saka Merah Putih sehingga hanya sedikit keistimewaanya dan siapapun sebenarnya bisa jikalau hanya sekedar menjahit bendera tersebut.

Namun hingga saat ini belum ada klaim maupun rujukan yang menujukkan bahwa ada orang yang telah memiliki gagasan akan hadirnya sebuah bendera bagi sebuah kemerdekaan bangsa, kecuali Fatmawati sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Fatmawati bukan hanya sekedar penjahit bendera semata melainkan pengagas akan hadirnya bendera itu sendiri, bahwa kemudian gagasan ini pun sudah lama dipikirkan dan disiapkan oleh Fatmawati semenjak satu setengah tahun sebelum kemerdekaan. Ini ditunjukkan dalam pernyataan Fatwamati dalam tulisannya yang berjudul : Catatan Kecil Bersama Bung Karno.

“ Ketika akan melangkahkah kakiku keluar dari pintu terdengarlah teriakan bahwa bendera belum ada, kemudian aku berbalik mengambil bendera yang aku buat takkala Guntur masih dalam kandungan, satu setengah tahun yang lalu. Bendera itu aku berikan pada salah satu seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurku.“

Tentu selain sang perajut Merah Putih, banyak gelar yang dapat disematkan kepada Fatmawati Sukarno, bahkan menjadi sangat relevan kemudian ketika Fatmawati menjadi salah satu role model untuk para perempuan Indonesia dimasa sekarang ini. Hal ini karena banyak yang bisa diteladani dan diteruskan melalui sikap dan kepribadian yang dimiliki oleh ibu negara pertama tersebut.

Selanjutnya: Peduli Persamaan Hak….

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.