Soal Dugaan Aktivitas Ilegal PT FLBA, Pemprov Bengkulu Dorong Penyelesaian

Sekda Hamka Sabri bersama walhi
Sekdaprov Hamka Sabri dan Perwakilan Walhi Bengkulu menunjukkan kesepakatan penyelesaian terkait dugaan aktivitas ilegal PT PLMH Faming Levto Bakti Abadi dengan warga (Foto: media Center Prov Bengkulu/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong penyelesaian masalah dugaan aktivitas ilegal oleh PT Faming Levto Bakti Abadi yang meresahkan masyarakat Pasar Seluma Kabupaten Seluma.

Merespon aspirasi warga Pasar Seluma dan Walhi pada Selasa (05/07/2022) di ruang Media Center Pemprov Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri memperdengarkan rekaman suara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang tengah berada di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman, Gubernur Rohidin mengancam akan mencabut izin perusahaan tersebut, jika terbukti ada perusakan lingkungan. Rohidin memastikan mendukung penuh penyelesaian sengketa akibat dugaan aktivitas ilegal tambang pasir besi tersebut.

Ia menegaskan, jika setelah pemeriksaan di lapangan ada bukti aktivitas ilegal, baru kemudian Pemprov Bengkulu akan melapor ke Kementerian ESDM RI. Selanjutnya Inspektur Tambang didampingi perwakilan masyarakat, LSM dan mahasiswa membuat surat ke Kementerian ESDM melalui Gubernur Bengkulu.

“Itu akan saya berikan dukungan bagaimana permintaan kita untuk menghentikan aktivitas bahkan dicabut izin tambangnya,” kata Gubernur Rohidin via pesan suara di hadapan peserta audiensi.

Rohidin juga mengaku akan melaporkannya ke penegak hukum jika bukti pelanggaran oleh korporasi itu jelas.

“Karena di satu sisi kita wajib menyelamatkan lingkungan Bengkulu untuk melindungi masyarakat dan masa depan yang akan datang, tapi di sisi lain kita tidak boleh menghambat investasi untuk mengeksplorasi SDA yang ada,” tutup Gubernur Rohidin.

Dalam pertemuan itu juga dihasilkan kesepakatan strategis menyelesaikan permasalahan, yaitu Pemprov Bengkulu bersama Pemkab Seluma dan perwakilan masyarakat bersama-sama melakukan survey ke lapangan pada Kamis 7 Juli 2022 dengan titik temu di Rumah Juang Desa Pasar Seluma.

“Hari ini ada titik temu, setelah mendengarkan pesan suara Pak Gubernur, mereka menerima. Jadi akan ditindaklanjuti, tim kita dari Dinas ESDM, Dinas LHK, Kesbangpol dan Biro Pemkesra turun langsung ke lokasi di Pasar Seluma,” ungkap Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Fachriza.

Sementara itu Inspektur Tambang Kementerian ESDM RI Pico Pudiansa meminta masyarakat untuk melengkapi data-data pelanggaran yang diduga PT. Faming Levto Bakti Abadi tersebut. Sehingga laporan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Dari lapangan nanti baru kita putuskan karena ini baru sebatas dugaan. Jika terbukti ada pelanggaran maka sanksi tegas akan diberikan oleh Kementerian ESDM, mulai dari penghentian aktivitas sementara tambang, bahkan pencabutan izin operasional,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.