Ada Awan Hujan Melingkar di Atas Jogja, Ini Penjelasan BMKG

citra satelit awan hujan
Gambar citra satelit yang menunjukkan awan hujan membentuk lingkaran (Istimewa)

YOGYAKARTA, PROGRES.ID – Gambar radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pemandangan yang menarik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan awan hujan melingkar yang menciptakan tampilan seperti lubang di tengahnya. Fenomena ini menjadi viral di media sosial karena terlihat tidak biasa.

Sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan gambar citra radar cuaca yang menunjukkan keberadaan awan hujan, kecuali di wilayah Jogja yang memiliki bentuk lingkaran. Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet karena dalam gambar radar BMKG, hanya wilayah Jogja yang tampak bebas dari awan hujan.

Bacaan Lainnya

Untuk memberikan penjelasan mengenai fenomena awan hujan melingkar yang terlihat hanya di Jogja dalam gambar radar cuaca BMKG tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, memberikan beberapa informasi terperinci.

Menurut Warjono, meskipun gambar citra radar cuaca menunjukkan adanya wilayah yang tampak kosong, kenyataannya seluruh wilayah Jogja diliputi oleh awan. Hal ini disebabkan oleh fenomena yang disebut sebagai “bright band echo,” sehingga radar cuaca tidak dapat mendeteksi keberadaan awan di wilayah tersebut.

“Ini adalah bright band echo dari radar cuaca Baron Melati, secara riil awan tersebut ada di seluruh wilayah Jogja termasuk yang bolong,” kata Warjono,dikutip dari Detik.com.

Fenomena bright band echo terjadi ketika ada butiran air atau awan yang berada di lapisan icing. Biasanya, hal ini mengakibatkan hujan tidak turun secara signifikan atau hanya turun dalam intensitas yang rendah.

Warjono juga menjelaskan bahwa kejadian ini bisa terjadi karena adanya keterbatasan dalam perangkat radar, yang menyebabkan citra radar tampak terputus-putus atau berlubang.

Lebih lanjut, Warjono menyatakan bahwa curah hujan di wilayah Jogja sudah mulai meningkat, dan pihak BMKG memproyeksikan bahwa dalam dua dasarian pertama November, hujan akan merata di seluruh wilayah Jogja.

“Dalam dua dasarian pertama November, curah hujan sudah mulai naik dan diprakirakan akan merata di seluruh wilayah Jogja,” tambahnya.

Penjelasan Warjono ini mengungkapkan bahwa meskipun gambar radar cuaca terlihat seperti ada area tanpa awan, kenyataannya, Jogja tetap diliputi awan hujan. Ini adalah contoh bagaimana fenomena cuaca dan keterbatasan peralatan pengamatan dapat menciptakan tampilan yang menarik dan membingungkan dalam gambar radar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.