Ada Ayah Bawa Anak Masih Usia Batita Mendaki Gunung: Inspirasi atau Tantangan Berbahaya?

mendaki gunung
Ilustrasi seorang ayah dan anak lelaki mendaki gunung (Ilustrasi: PROGRES.ID)

PROGRES.ID – Aksi kontroversial sedang menjadi perbincangan di dunia maya, di mana seorang ayah bernama Rudy, seorang pecinta alam, memutuskan untuk mendaki Gunung Kerinci, Jambi, sambil membawa anak yang masih usia dibawah tiga tahun (Batita), lebih tepatnya berusia satu tahun dua bulan. Keberaniannya ini memancing sorotan tajam dari warganet.

Rudy membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @rudyksty dengan beberapa video yang memperlihatkan perjalanan mendaki Gunung Kerinci bersama sang balita, Anna. Dalam video tersebut, Rudy terlihat membawa Anna naik gunung menggunakan tempat khusus yang ia sandang di punggungnya. Anna terlihat bahagia dan nyaman selama perjalanan ini.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah masih diijinkan Allah nanjak sampai ke puncak tertinggi Sumatra. Gunung Kerinci. Perjalanan baby Anna tiga hari dua malam ditemani Om Sigit, Om Alif, dan Om Sandi…,” tulis Rudy dalam salah satu unggahannya pada 22 Agustus 2023.

Reaksi dari warganet pun beragam. Ada yang mendukung aksi Rudy, namun juga banyak yang mengecam tindakan tersebut. Salah satu komentar dari akun @ratnaazhima mengatakan, “Demi keegoisan orang tua ini mah. Mending bawa ke Mekkah+Ka’bah itu baru bagus pemikirannya. Demi sebuah ego, hati nurani seolah gak dipikirkan. Itu anak lho, gemes aku lihatnya.”

Komentar lain dari @01agungkurniawan menyatakan, “Saya sudah tidak bangga lagi sudah sampai puncak Indrapura. Ternyata cuma tempat mainan balita. Next trip Leuser bang.”

Rudy juga memberikan klarifikasi melalui akun Instagram-nya, menyatakan bahwa ia adalah ayah dari Anna dan bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas utama saat mendaki gunung. Rudy bahkan mengungkapkan bahwa Anna telah diajak mendaki sejak berusia empat bulan dan telah menaklukkan 17 gunung serta lima bukit, termasuk Gunung Agung dan Rinjani, saat Anna berusia enam bulan.

Tindakan Rudy ini memunculkan debat tentang apakah membawa balita sekecil Anna mendaki gunung adalah tindakan yang bertanggung jawab ataukah terlalu berisiko. Meskipun Rudy mengklaim bahwa keselamatan adalah prioritas utama, banyak orang yang merasa khawatir dengan keamanan Anna selama perjalanan mendaki yang ekstrem ini.

Kontroversi ini juga mengingatkan kita untuk selalu mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesejahteraan anak ketika melakukan aktivitas di luar ruangan yang berbahaya. Meskipun petualangan dengan anak dapat menjadi pengalaman berharga, perlu dipastikan bahwa segala tindakan yang dilakukan tetap memprioritaskan keamanan dan kesejahteraan mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.