Home / Berita Utama / Nasional

Selasa, 28 Februari 2017 - 17:39 WIB

Besok Polisi Operasi Besar-Besaran, Kabag Ops Korlantas Polri : Operasi Simpatik Bukan Razia, Tidak Boleh Ada Tindakan

Operasi Simpatik yang akan digelar mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2017, bukan “Razia” seperti tahun-tahun sebelumnya.

Operasi Simpatik yang akan digelar mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2017, bukan “Razia” seperti tahun-tahun sebelumnya.

PROGRES.ID, JAKARTA – Pemberitaan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar operasi atau razia besar-besaran selama 21 hari terhitung 1 Maret, sontak membuat para pengguna kendaraan bermotor agak keder (takut –red).

Dari penulusuran Progres.id (28/2/2017), tenyata operasi yang operasi yang diberi nama “Operasi Simpatik” tersebut bukan “Razia” seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kegiatannya lebih mengarah pada edukasi agar masyarakat merasa simpatik kepada polisi. Operasi Simpatik memang dijadwalkan serentak di seluruh Indonesia yang akan dimulai Rabu besok (1/3/2017) hingga 21 Maret 2017.

Mengutip otomania.com, menurut penjelasan Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Pol Benjamin, secara konsep tidak lagi dibuat seperti razia. Sebab, banyak program yang bersifat edukasi, mulai ke sekolah-sekolah, hingga kegiatan soal kegiatan berkendara di berbagai instansi.

“Jadi bukan lagi razia, dan kita tidak mengarahkan untuk melakukan tindakan. Kalau ditindak, bagaimana masyarakat mau simpatik kepada polisi,” ujar Benjamin, Senin (27/2).

Baca Juga |  Babogi Ikalawang dan Bengkulu yang Catat Sejarah di Paskibraka

Menurut Benjamin, tahun lalu masih ada penindakan (tilang), dengan porsi 80 persen teguran dan 20 persen tindakan. Namun, pada tahun 2017 ini dibuat berbeda, fungsi dari operasi itu untuk membuat masyarakat lebih simpati kepada polisi.

“Misalnya kita melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, atau bisa juga memberikan pelayanan terbaik di Satpas SIM, sehingga masyarakat lebih simpati kepada kami,” Jelas Benjamin

Benjamin melanjutkan, petugas polisi di lapangan boleh saja melakukan tindakan kepada pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan, tetapi jangan di dalam Operasi Simpatik. Sebab, konsep sekarang bentuknya bukan lagi seperti razia.

“Mereka harus melakukannya di luar operasi itu, misalnya dalam razia rutin, tetapi selama Operasi Simpatik, tidak boleh ada tindakan, dan kami tidak meminta data berapa jumlah pelanggaran dan penindakan,” imbuhnya

Program “Polisi Sahabat Anak” adalah salah satu program unggulan Operasi Simpatik 2017 | Foto : RTMCPoldaBanten

Dijelaskan, ada beberapa program unggulan Polri selama Operasi Simpatik berlangsung. Yang pertama, yakni melakukan edukasi di Taman Lalu Lintas yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Kemudian yang kedua, program “Polisi Sahabat Anak” yang berupa kegiatan penanaman tentang kesadaran damn tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Baca Juga |  Kemenkes Klaim Data Pengguna eHAC Tidak Bocor

Polisi juga akan melakukan pengarahan bagaimana cara aman ke sekolah, pembentukan karakter anak bertajuk Polisi Cilik, Patroli Keamanan Sekolah, Saka Bhayangkara Lalu Lintas, Keselamatan Berkendara atau Safety Riding, Police Goes to Campus, Road Safety Partnership Action, Traffic Police Heritage, hingga penyadaran para peserta uji Surat Izin Mengemudi (SIM). (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Dunia Gagal Capai Tujuan Iklim Kesepakatan Paris

Berita Utama

AS akan Tawarkan Suntikan Penguat Vaksin COVID-19

Berita Utama

Menhan AS Sambut Menhan Italia di Pentagon

Berita Utama

“The Chair” Angkat Sosok Aktris Sandra Oh Sebagai Pemimpin Perempuan Kulit Berwarna

Berita Utama

Vietnam Setujui Vaksin Kuba “Abdala”
Konferensi pers Gugus Tugas

Berita Utama

Selasa 19 Mei, Laboratorium RSMY Bengkulu Sudah Mulai Uji Sampel Swab
Bambang Gunawan

Berita Utama

Jelang Pilkada 2020, Cyber Patrol Kemkominfo Pantau Konten Negatif di Medsos
Kapal berbendera China

Nasional

Kapal Survei Tiongkok Terdeteksi Masuk Wilayah Perairan Selat Sunda