Home / Nasional

Jumat, 15 Januari 2021 - 21:17 WIB

Kapal Survei Tiongkok Terdeteksi Masuk Wilayah Perairan Selat Sunda

KRI Imam Bonjol-363 (kiri) mendekati kapal nelayan Cina (kanan) di perairan Natuna yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia tersebut, 21 Juni 2016. (Foto: TNI AL/AFP via BenarNews.org)

KRI Imam Bonjol-363 (kiri) mendekati kapal nelayan Cina (kanan) di perairan Natuna yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia tersebut, 21 Juni 2016. (Foto: TNI AL/AFP via BenarNews.org)

Xiang Yang Hong 03 tidak menyalakan sistem pelacakan otomatis saat melintas di perairan tersebut.

PROGRES.ID – Sebuah kapal survei berbendera China (Tiongkok) pada Rabu malam dintersep oleh kapal patrol Badan Keamanan Laut (Bakamla) ketika melintas di wilayah perairan Selat Sunda dalam perjalanan menuju Samudera Hindia, kata pejabat Bakamla, Kamis (14/1/2021).

Bakamla menaruh kecurigaan pada kapal survei Xiang Yang Hong 03 karena sempat mematikan sistem pelacakan kapal otomatis (automatic identification system atau AIS) sebanyak tiga kali saat melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia-I (ALKI-I), kata Direktur Operasi Laut Bakamla, Laksamana Pertama Suwito.

“Sebenarnya kalau dia lintas transit dengan tidak melakukan kegiatan yang mencurigakan, kalau berlayar terus menerus, ya tidak melanggar. Tapi dalam pelayaran ini, AIS-nya mati, nah itu yang membuat kita curiga,” kata Suwito kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis malam.

Suwito menjelaskan, sistem identifikasi Xiang Yang Hong 03 mati selama 13 jam saat melintasi Laut Natuna Utara, lalu mati kembali selama 34 jam saat melintasi Laut Natuna Selatan, dan kemudian mati kembali selama 5 jam saat melintasi Selat Karimata. Bakamla mencatat kapal berlayar dengan kecepatan rata-rata 10,9 knots.

Baca Juga |  Pemain Cidera, Skor 4-2 Indonesia Takluk

“Jadi kapal itu memang dari utara Natuna mau ke Samudra Hindia. Memang tidak berhenti, tapi ada kecurigaan kita AISnya mati hingga berjam-jam,” kata Suwito.

Kapal Xiang Yang Hong 03 tiba di Selat Sunda pada Rabu pukul 14.30 WIB, dengan jarak 40 Nautical miles (Nm) atau sekitar 72 kilometer ke arah haluan selatan dari KN Nipah 321 milik Bakamla yang saat itu hendak bergabung dengan tim SAR gabungan dalam misi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada hari Sabtu.

Sekitar pukul 20.00, KN Nipah 321 berhasil mendekati Xiang Yang Hong 03 di jarak 10 Nm (sekitar 18 km) dan membuka komunikasi dengan kapten kapal survei tersebut.

“Kemudian kita tanya kenapa mematikan, jawabnya ternyata rusak. Ini kita toleransi karena kapalnya tidak berhenti,” ucap Suwito.

Dalam UNCLOS 1982 Pasal 53 ayat 3 dijelaskan Lintas Alur Laut Kepulauan sebagai pelaksanaan hak pelayaran dan penerbangan dengan normal mode yang hanya dapat digunakan untuk lintas yang terus menerus, langsung dan tidak terhalang oleh zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan laut bebas.

Baca Juga |  Awak Kapal Tanker Asing Akui Pindahkan Minyak dan Langgar Sejumlah Ketentuan

Kendati demikian, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 mengatur tentang kewajiban bagi setiap kapal baik berbendera Indonesia maupun asing yang berlayar di wilayah perairan Nusantara untuk memasang dan mengaktifkan AIS.

Dalam aturan tersebut juga disebutkan bahwa nahkoda wajib menyampaikan informasi kerusakan AIS kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) atau Stasiun Vessel Traffic Service (VTS) untuk selanjutnya dilaporkan kepada syahbandar.

Terkait AIS Xiang Yang Hong 03 yang sempat dimatikan, juru bicara Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan tim di lapangan tidak sempat melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah AIS rusak atau sengaja dimatikan karena cuaca buruk.

Namun Xiang Yang Hong 03 berhasil dikawal hingga keluar dari ZEE Indonesia pada sekitar pukul 21.00 WIB.

“Setelah diamati, kapal sasaran telah keluar dari ZEEI, KN Pulau Nipah 321 putar arah kembali ke daerah operasi SAR,” kata Wisnu.

 

benar news logo

 

Share :

Baca Juga

Kabut asap Riau

Nasional

Kabut Asap Kian Parah Mengepung Riau
Presiden Jokowi Maruf Amin

Berita Utama

Capai Target Pembangunan, Jokowi Siap Undang Talenta Global dan Pangkas Regulasi-Birokrasi
Menteri baru Jokowi-Ma'ruf

Berita Utama

Ada Sandiaga dan Risma, Ini 6 Menteri Baru Jokowi-Ma’ruf
Pulau Lombok

Berita Utama

Gempa 7,0 SR di Lombok, 82 Orang Meninggal, Ini Daerah yang Terdampak
Dewan Pers

Berita Utama

Andalkan Dana Pemerintah, Bengkulu dan Papua Barat Jadi Provinsi Kebebasan Pers Terburuk
partai politik

Berita Utama

Hasil Quick Count CSIS-Cyrus : 7 Parpol Diperkirakan Tak Lolos ke DPR

Berita Utama

Kunjungan Kerja Wagub DKI Sandiaga Uno Dinilai Berlebihan

Berita Utama

Dewan Pers Terapkan Sistem Barcode untuk Perangi Media Abal-abal dan Berita Hoax
error: Konten ini dirpoteksi !!