Home / Lingkungan / Nasional

Minggu, 22 Januari 2017 - 21:01 WIB

Perjalanan Migrasi, 10 Jenis Burung Ini Singgah di Bengkulu

Burung kuntul besar (Egretta alba) | Foto: Commmons Wikimedia.org

Burung kuntul besar (Egretta alba) | Foto: Commmons Wikimedia.org

PROGRES.ID, BENGKULU – Pada bulan Januari 2017 ini, ada sekitar 10 jenis burung migran singgah ke Bengkulu. Berdasarkan sensus yang dilakukan tim sensus Bencoolen Bird Watching dan Komunitas Mangrove Bengkulu, 10 jenis burung itu singgah di lahan basah pesisir Kota Bengkulu.

“Ada 10 jenis burung air yang merupakan burung migran yang singgah di lahan basah Bengkulu,” ungkap Koordinator Bencoolen Bird Watching, Eki Susanto, Rabu (18/1/2017) lalu seperti dikutip dari AntaraNews.com.

Eki menjelaskan, sensus burung dilakukan sejak 7 Januari dan merupakan bagian dari program kegiatan “Asian Waterbird Census 2017”. Objek sensus itu yakni lahan basah di Muara Sungai Jenggalu yang masuk dalam Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai.

Baca Juga |  Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka di Boyolali, Ini Target Pasarnya

Ada pun jenis burung air yang terdata dan singgah ke Bengkulu sebelum melanjutkan penerbangannya ke negara lain itu seperti Kuntul Besar (Egretta alba), Cerek Pasir Mongolia (Charadrius mongolus), Trinil Bedaran (Xenus cinereus) dan Trinil Pantai (Actitis hypoleucos). Berikutnya, Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris), Kokokan Laut (Butorides striata), Dara Laut Biasa (Sterna hirundo), dan Cerek Tilil (Charadrius alexandrines).

Baca Juga |  Usai Deklarasi, Kader PDIP Berebut Ucap Selamat & Berfoto pada Ahok-Djarot

Selain itu ada juga jenis burung laindi kawasan itu seperti Elang Tiram (Pandion haliaetus) dan Elang Brontok (Nisaetus cirhatus). Tujuan sensus burung yang didukung Weatland International Indonesia itu, lanjut Eki, yakni menentukan status populasi burung air secara global.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu, Riki Rahmansyah mengatakan ekosistem mangrove di pesisir Bengkulu ikut mendukung terjaganya komunitas burung air.

“Ekosistem mangrove Bengkulu turut menentukan kelangsungan hidup burung air itu, khususnya terkait ketersediaan pakan,” ungkap Riki.(pid)

Sumber: Antara

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Ratusan Karyawan Freeport Berunjuk Rasa di Jakarta, Demonstran Bantah Jika Dibiayai PTFI

Edukasi

KPAI Minta Video Siswa SD Salah Ucap Ikan Tongkol Tak Disebar, Ini Alasannya
Paskibraka

Berita Utama

Petisi Dukung Gloria Jadi Paskibraka Sudah 23 Ribu Tandatangan
CPNS

Berita Utama

Kemenag Umumkan Peserta Lulus Seleksi Administrasi, Ini Link Downloadnya!
Polisi mengamankan

Berita Utama

Perampasan Kamera Reporter TVRI oleh Oknum Polisi di Palu, Organisasi Wartawan Mengecam
Kerusuhan di Jakarta

Berita Utama

Buntut Rusuh Aksi 22 Mei, Pemerintah Batasi Fitur Medsos
bom di bekasi

Berita Utama

Penemuan Bom di Bekasi Hingga Rencana Ledakkan Istana Presiden
Gerhana bulan

Berita Utama

Akan Ada Gerhana Bulan Sebagian Pada 7-8 Agustus 2017 Ini