Home / Berita Utama / Nasional

Minggu, 26 Maret 2017 - 09:54 WIB

Saridjah Niung, Lagu Anak-Anak dan Google Doodle Hari ini

Saridjah Niung atau yang lebih dikenal sebagai

Saridjah Niung atau yang lebih dikenal sebagai "Ibu Soed" menjadi Google Doodle Hari ini (26/3/2017) | Foto : Google

PROGRES.ID, JAKARTAGoogle Doodle hari ini menampilkan ilustrasi seorang yang berkebaya sedang bernyanyi. Ada tiga anak kecil yang kusyuk mendengarkan nyanyian itu di radio. Not-not balok nyanyian diilustrasikan membentuk kata “Google“.

Saridjah Niung’s 109th birthday,” tulis google dalam keterangan gambar.

Seperti biasa, Google memperingati hari penting dengan sebuah doodle yang terpampang pada laman depan mesin pencarinya.

Ibu Soed dan Lagu Anak-Anak | Foto : Padamu.Net

Lalu siapakah Saridjah Niung ?

Tentu tidak semua akrab dengan nama itu. Tapi jika Progres menyebutkan nama “Ibu Soed”, semua pasti langsung mengingat lagu-lagu anak yang melegenda, sebut saja “Tik-tik”, “Bunyi Hujan”, “Hai Becak”, “Menanam Jagung”, “Burung Kutilang”, “Nenek Moyang” dan “Kupu-kupu”.

Baca Juga |  Pemkab Bengkulu Utara Umumkan Hasil Seleksi CPNS 2019, Ini Link Unduhnya

Melansir Kompas.com, Saridjah Niung atau yang lebih dikenal sebagai “Ibu Soed” merupakan salah satu tokoh legendaris Tanah Air. Kecintaannya pada pendidikan, seni musik, dan anak-anak, tercermin dari lagu-lagu ceria yang ia ciptakan. Tak kurang dari 200 lagu karangannya yang sampai detik ini masih sering dinyanyikan sebagai materi belajar di Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Google turut merayakan hari kelahiran Saridjah Niung yang jatuh hari ini, Minggu (26/3/2017). Jika masih hidup, Ibu Soed genap berumur 109 tahun.

Selain sebagai guru, ia juga dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagi, penyiar radio, dan seniman batik.

Baca Juga |  Era Digital, Pers Indonesia Disandera Ancaman Lama

Namun, nama besarnya memang muncul karena lagu-lagu anak yang diciptakan. Awalnya ide menciptakan lagu anak muncul karena Ibu Soed melihat anak-anak didiknya di HIS (sekolah Belanda untuk orang pribumi pada zaman penjajahan) seperti kurang bahagia.

Menurut dia, musik adalah salah satu pencair suasana tegang dan membuat hati sejuk. Maka dari itu, ia ciptakan lagi-lagu anak dan mulai mengajarkan anak-anak didiknya bernyanyi.

Selain itu, Saridjah Niung juga menunjukkan jiwa nasionalismenya melalui lagu “Berkibarlah Benderaku”, “Bendera Merah Putih”, dan “Tanah Airku” yang diciptakan selama masa kolonial Belanda. Lagu-lagu itu juga hingga sekarang masih sering dikumandangkan di sekolah-sekolah dan acara-acara kenegaraan. (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Tronton Bermuatan Alat Berat Tutupi Akses Kepahiang-Curup
Densus 88 Antiteror

Berita Utama

Upaya Densus 88 Gagalkan Teror Penghujung Tahun
Kajari Bengkulu

Berita Utama

Kejari Bengkulu Tahan Mantan Kadis dan Kabid DPKA Kota Bengkulu

Berita Utama

Dipecat, Camat dan Lurah Tanjung Balai Yang Tertangkap Hendak Pesta Sabu
Dukcapil RL

Berita Utama

Alat Rusak dan Gangguan Jaringan Perlambat Cetak e-KTP
Ilustrasi flu

Berita Utama

Flu Babi Baru Ditemukan di China Berpotensi Jadi Pandemi

Berita Utama

Wujudkan Birokrasi Bersih, KPP Pratama Curup Canangkan Zona Integritas
Militer RI

Berita Utama

Penembakan di Papua dan Perdagangan Gelap Amunisi
error: Konten ini dirpoteksi !!