Buni Yani Pengunggah status dan video yang disebut memprovokasi
Buni Yani | Sumber Foto: Kompas.com

PROGRES.ID, JAKARTA- Permohonan praperadilan yang diajukan oleh Buni Yani mengenai penetapannya sebagai tersangka kasus penghasutan terkait suku, ras, agama dan antar-golongan ditolak Hakim Tunggal Sutiyono hari ini di Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Selatan.

Aldwin Rahardian yang merupakan kuasa hukum Buni Yani mengatakan, pihaknya menghormati keputusan hakim. Selanjutnya, pihaknya akan bersiap-siap untuk menghadapi sidang yang nanti secara komprehensif dan utuh menguji soal unsur-unsur pidana dan kemudian bagaimana seorang dianggap melawan tindak pidana atau tidak.

Menurutnya, sidang praperadilan hanya memeriksa dari sisi formil dan prosedural, seperti yang dikutip dari Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016.

“Peristiwa pidana ini yang kami uji padahal kemudian jelas-jelas ahli menyatakan bahwa di situ tidak ada hukum pidana, hanya kembali kami dikunci oleh SEMA Nomor 4 Tahun 2016 itu dan mungkin ada perbedaan penafsiran,” ujarnya seperti yang dikutip dari Antara Rabu, (21/12/16).

Seperti yang diketahui, Polisi menetapkan Buni Yani sebagai tersangka pelanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dan atau denda maksimal Rp1 miliar.

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena keterangan yang ia cantumkan pada video pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada warga Kepulauan Seribu yang diunggah di Facebook. Video itu menunjukkan Ahok mengutip Alquran Surat Al Maidah 51, menyebut adanya orang yang menggunakannya untuk kepentingan tertentu.

Pada video itu, Buni Yani mencantumkan keterangan “PENISTAAN TERHADAP AGAMA?. Bapak Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga bapak ibu. Dibodohi. Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini.” (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.