Home / Internasional

Selasa, 29 September 2020 - 09:56 WIB

Deteksi 39 Ranjau Darat, Tikus Raksasa Dianugerahi Medali Emas

Menyelamatkan banyak nyawa, seekor tikus diberi penghargaan (Foto: Medcom.id)

Menyelamatkan banyak nyawa, seekor tikus diberi penghargaan (Foto: Medcom.id)

Tikus mendapat penghargaan

Menyelamatkan banyak nyawa, seekor tikus diberi penghargaan (Foto: Medcom.id)

PROGRES.ID – Seekor tikus untuk pertama kalinya meraih penghargaan medali emas dari badan amal Inggris, People’s Dispensary for Sick Animals (PDSA). Ia dianugerahi penghaargaan tersebut atas keberaniannya dalam mencari ranjau darat yang tidak meledak di Kamboja.

Kantor berita Associated Press mengutip PDSA, melaporkan Sabtu (26/9), Magawa, nama tikus raksasa Afrika berkantung itu, berhasil menyelamatkan nyawa manusia setelah menemukan 39 ranjau darat dan 28 benda yang tidak meledak dalam tujuh tahun terakhir.

Organisasi yang berbasis di Belgia, APOPO, adalah pihak yang melatih Magawa. Organisasi tersebut telah mengajari tikus untuk menemukan ranjau darat selama lebih dari 20 tahun. APOPO bekerja dengan program di Kamboja, Angola, Zimbabwe dan Mozambik untuk membersihkan jutaan ranjau yang tertinggal akibat perang dan konflik.

Baca Juga |  Daud Jordan: Saya Siap Menang Lawan Coria

Magawa adalah kelompok tikus yang paling sukses, setelah berhasil mengendus area seluas lebih dari 141 ribu meter persegi, setara dengan sekitar 20 lapangan sepak bola.

Kepala Eksekutif APOPO Christophe Cox menggambarkan medali Magawa sebagai penghargaan besar “untuk pelatih hewan kami,”

“Namun, juga besar bagi orang-orang di Kamboja, dan semua orang di seluruh dunia yang terancam oleh keberadaan ranjau darat,” kata Cox. “Penghargaan medali emas PDSA membawa masalah ranjau darat menjadi perhatian global.”

Menurut APOPO, lebih dari 60 juta orang di 59 negara terus terancam oleh ranjau darat dan peraturan yang tidak meledak. Pada 2018, ranjau darat dan sisa-sisa perang lainnya menewaskan atau melukai 6.897 orang.

Baca Juga |  Olimpiade 2020, Perusahaan Jepang Kenalkan Layanan 'Masjid Keliling'

APOPO melihat tikus berkantung Afrika raksasa paling cocok untuk membersihkan ranjau darat karena asal-usul Afrika dan masa hidup mereka hingga delapan tahun. Padahal banyak hewan pengerat lainnya yang sebetulnya dapat dilatih untuk mendeteksi bau. Ukuran tikus berkantung Afrika memungkinkan tikus untuk berjalan melintasi ladang ranjau tanpa memicu bahan peledak dan mereka melakukannya jauh lebih cepat daripada manusia.

PDSA telah menganugerahkah medali emas sejak 2002 untuk mengakui keberanian dan tindakan pengabdian yang luar biasa dari para hewan dalam dinas sipil.

Sebelum Magawa, semua penerima adalah anjing.

PDSA juga memberikan penghargaan Dickin Medal untuk dinas militer. Medali tersebut telah diberikan kepada 34 anjing, 32 merpati, empat kuda dan satu kucing sejak 1943. [ah/ft]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Internasional

Kebakaran Misterius Landa Program Nuklir Iran
General motors

Ekonomi & Bisnis

General Motors akan Keluar dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand
Mantan Dubes AS untuk Ukraina

Internasional

Ukraina Selidiki Kemungkinan Terjadinya Pengintaian Rahasia atas Dubes AS
Badan Energi Dunia

Ekonomi

IEA Sebut Pemulihan Permintaan Energi Dapat Tertunda Hingga 2025
Kimia Alizadeh Zenoorin

Berita Utama

Jadi Kontroversi di Iran, Kini Ia Putuskan Tak Berhijab Lagi, Begini Kontroversi Shoreh Bayat
Kawasan hunian jutawan AS

Berita Utama

Inilah Kawasan di AS yang Banyak Dihuni Jutawan

Internasional

Ditemukan Spesies Baru, Katak Unik Berpendar dan Menyala Dalam Gelap

Berita Utama

Balapan di Sirkuit Shanghai, Rio Start di Depan Hamilton
error: Konten ini dirpoteksi !!