Selebriti Instagram mematok ratusan ribu hingga 20 juta untuk satu kali posting foto / video

PROGRES.ID, JAKARTA – Selebriti Instagram atau yang dikenal dengan sebutan ‘selebgram’ belakangan semakin beken di kalangan anak muda. Selebgram berasal dari berbagai latar belakang.

Mereka bukan hanya selebriti yang sudah top terlebih dulu di layar kaca. Selebgram bisa seorang pencinta fotografi, pehobi travelling, pencinta kopi, penggila make-up, pencinta binatang, atau sekadar penyuka humor. Mereka memiliki ribuan hingga jutaan followers.

Meski sudah ada Facebook atau Twitter yang eksis lebih dulu, Instagram mempunyai ciri khas tersendiri. Fitur berbagi foto ataupun video yang menjadi ciri khas Instagram.

“Fenomena munculnya selebgram terjadi karena Instagram itu visual. Awalnya kan Twitter, tetapi basic-nya Twitter kan teks. Ternyata orang lebih senang melihat visual dan Instagram adalah tempatnya dan semakin banyak juga orang mem-posting konten yang menarik,” ujar CEO SociaBuzz, Rade Tampubolon, dari Kompas (23/2/2017)

Hingga tahun 2016, Instagram mengklaim telah memiliki 500 juta pengguna aktif, yang 22 juta di antaranya berasal dari Indonesia. Dengan begitu banyaknya pengguna Instagram, kreativitas mulai bermunculan, termasuk membuat konten yang menarik dan unik. Semakin unik, semakin menarik, atau bahkan semakin kontroversial, maka semakin banyak followers yang mereka dapatkan.

Menurut Rade, seseorang dikatakan sebagai selebgram jika memiliki minimal 20.000 followers. Jika sudah memiliki pengikut lebih dari 20.000, ada saja merek-merek yang “numpang lewat” dalam setiap posting-an si selebgram. Produk-produk yang memakai jasa selebgram ini pun beragam, mulai dari produk otomotif, alat elektronik, alat kecantikan, hingga peralatan mandi.

Fenomena selebgram mematahkan anggapan banyak orang bahwa untuk menjadi beken haruslah tampil lewat layar kaca. Kini, seseorang yang biasa saja bisa menjadi “selebriti” di dunia Instagram dengan ribuan hingga jutaan pengikut.

Berbeda dari artis di layar kaca, selebgram memiliki kedekatan yang lebih dengan para pengikutnya. Hal ini lantaran mereka menampilkan kegiatan sehari-hari yang tak bisa tersentuh artis layar kaca. Tak jarang, para selebgram ini juga langsung berinteraksi lewat kolom komentar.

Dengan ratusan ribu dan jutaan pengikut setia itu, perusahaan-perusahaan besar pun mulai melirik selebgram untuk mempromosikan produk mereka. Istilahnya yaitu endorsement. Selebgram kemudian menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Bisnis selebgram bukan main-main. Nilainya cukup fantastis. Bahkan pemerintah berencana menerapkan pajak terhadap selebgram lantaran mereka meraup pundi-pundi uang dalam jumlah besar. Ditjen Pajak memperkirakan potensi penerimaan pajak yang bisa masuk ke kas negara dari bisnis ini mencapai 1,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 15,6 triliun.

Bisnis Selebgram Semakin Menggiurkan

Pengamat digital marketing, Nukman Luthfie, dari mengungkapkan kehadiran bisnis selebgram ini tak lepas dari riset yang menyebutkan bahwa rekomendasi dari orang yang dikenal atau orang lain lewat media sosial bisa lebih berpengaruh daripada iklan.

“Makanya beberapa selebgram laris. Tapi ingat, selebgram itu followers-nya banyak belum tentu pengaruhnya besar,” kata Nukman.

Ia mencontohkan, seorang selebgram yang tidak merokok tiba-tiba mengenalkan produk rokok. Maka, akan banyak orang yang tidak memercayainya. Oleh karena itu, pemasaran produk melalui selebgram juga harus disesuaikan dengan karakter selebgram terkait.

Menurut Nukman, di sisi lain, bagi perusahaan pengguna jasa selebgram bisa menguntungkan karena hasilnya lebih terukur.

“Bisa diukur dengan jumlah yang like dan me-retweet posting-annya. Sementara kalau di TV kan enggak bisa langsung kelihatan. Baru kelihatan nanti setelah adanya transaksi penjualan,” ungkap Nukman.

Tarif beriklan melalui selebgram cukup bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah untuk sekali posting foto atau video. Semakin banyak produsen yang mencari, maka semakin tinggi tarif seorang selebgram. Selain pertimbangan jumlah followers, selebgram juga mematok harga tergantung dari produk yang akan dipromosikannya. Besar atau kecilnya tarif beriklan melalui selebgram juga tergantung dari berapa lamanya posting tersebut berada di timeline si selebgram.

Tarif termahal untuk sekali posting masih dipegang oleh artis-artis terkenal. Pada situs Sociabuzz misalnya, kalangan artis masih mendominasi tarif tinggi dan jumlah follower terbanyak. Beberapa di antara mereka langsung mencantumkan tarif, seperti Iqbal D. Ramadhan, ex-Coboy Junior, mematok 42,5 Juta untuk posting foto. Chelsea Olivia yang memiliki lebih dari 10 juta followers mematok tarif Rp 20 juta untuk satu kali posting foto, Olla Ramlan Rp 10 juta untuk satu kali posting foto, sementara Ariel Tatum yang memiliki 2,5 juta followers mematok tarif Rp 8 Juta untuk posting foto.

Bisnis selebgram diperkirakan akan terus berkembang dan semakin menggiurkan.

Berminat untuk menjadi selebgram ? (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.