Raja Salman dan Kerajaan Arab Saudi; Kaya Raya Karena Penemuan Minyak yang Tak Disengaja

Maret 4, 2017
Gaya Hidup 0   353 views 0

PROGRES.ID, ARAB SAUDI – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tengah menjadi sorotan belangan ini. Hingga, setiap agenda kegiatannya di Indonesia menjadi pemberitaan media nasional. Dalam setiap kunjungannya ke beberapa Negara, Raja Salman memang kerap menarik perhatian karena perlakuan istimewa yang diberikan kepadanya.

Pun saat kunjungannya ke Indonesia kali ini, persiapan menyebut kedatangan Raja Salman terbilang luar biasa. Mulai dari kargo 459 ton termasuk beberapa mobil mewah Mercedes Benz dan tangga otomatis dari negara asalnya, hingga toilet dan bangku khusus yang disediakan pemerintah RI.

Baca : Raja Salman Datang ke Indonesia…

Dikutip dari vivanews (3/3/2017), Selain kaya, Raja Salman ternyata juga dermawan, ia menghibahkan kekayaannya untuk amal. Hingga saat ini kerajaan Arab Saudi telah menyumbang sebanyak US$ 115 miliar untuk 90 negara di dunia. Setelah dilantik, Raja Salman juga dilaporkan membagikan US$ 20,7 miliar untuk donasi bagi warganya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Raja Arab Saudi dan keluarganya hidup mewah bergelimangan harta. Beberapa di antaranya bahkan memiliki pundi-pundi kekayaan yang seolah tak akan habis.

Namun, dahulunya Arab Saudi hanya dikenal karena dua hal, yakni sebagai padang pasir yang luas dan rumah bagi sejumlah situs suci bagi umat Muslim.

Negara ‘Petro Dollar’, Menjadi Kaya Raya Karena Minyak

Kekayaan tersebut tak serta merta didapati para raja di Arab. Sumber kekayaan tersebut yang terbesar berasal dari minyak. Minyak saat ini menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan Arab Saudi.

Padahal tak banyak yang tahu bahwa sumber minyak berlimpah baru ditemukan di Arab Saudi pada 3 Maret 1938.

Kala itu, Raja Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdul Rahman Alu Saud menyewa sekelompok insinyur asal Amerika Serikat untuk mengeksplorasi gurun luas yang berbatasan dengan Teluk Persia. Sebuah lanskap kering kerontang, hanya ditandai segelintir pohon palem yang menjulang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang saat ini tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia | Foto : CNBC

Sang raja yang tak seberapa kaya itu berharap, bisa menemukan sumber air bagi masyarakat. Namun, ada hal lain yang terlintas di benak tim ahli dari Standard Oil of California. Seperti dikutip dari Time.com, minyak kala itu sudah ditemukan di negara lain di wilayah itu. Dan para insinyur berharap mereka akan menemukannya berlimpah di Arab Saudi.

Selama 4 tahun mereka telah mengebor lebih dari setengah lusin lubang, hasilnya sia-sia. Di tengah keputusasaan mereka menggali lebih dalam pada sumur No 7 di Dhahran. Hingga kedalaman 4.727 kaki atau 1440,7 meter di perut Bumi.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 3 Maret 1938, mereka menemukan apa yang kemudian menjadi sumber minyak mentah terbesar di dunia.

Awalnya sang raja tak begitu tertarik mendengar kabar itu. Hingga akhirnya, setahun kemudian, ia bersama rombongannya yang terdiri dari 400 mobil tiba di stasiun pemompaan Ras Tanura, menjadi saksi tanker pertama yang mengangkut kargo berisi minyak mentah Arab Saudi.

Penemuan minyak itu mengubah sejarah Arab Saudi, Timur Tengah, dan juga seluruh dunia.

“Minyak seperti hewan liar, siapa yang bisa menangkapnya akan mendapatkan segalanya,” demikian ungkapan yang pernah diucapkan industrialis Amerika Serikat, J. Paul Getty, seperti dikutip dari CNN.

Sontak, Negeri pada pasir yang tandus itu berubah menjadi salah satu negara paling kaya di dunia dan memiliki kekuatan ekonomi paling signifikan. Yang memiliki posisi tawar terkait pasokan energi global. Menjadi negara ‘petro dollar’.

Penduduk Arab awalnya nomaden, mengandalkan pendapatan dari para jemaah yang beribadah ke Mekah dan Madinah. Setelah minyak ditemukan, negeri tersebut membangun infrastruktur yang kuat, terdiri atas sumur-sumur minyak, pipa, kilang, dan pelabuhan. (dsy)

SUMBER : VIVA.CO.ID

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.