Jokowi
Presiden Joko Widodo | Foto: www.institutionalinvestor.com

PROGRES.ID, JAKARTA – Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi lumbung pangannya dunia karena memiliki sumber daya alam yang memadai. Namun, Presiden Joko Widodo menyayangkan masyarakat Indonesia yang tidak serius dan fokus mengerjakan hal itu karena berbagai kendala di lapangan.

Dicontohkan Jokowi Kabupaten Merauke yang memiliki 4,2 juta hektare lahan sangat bagus untuk ditanami berbagai jenis pangan, seperti jagung, tebu, padi.

“Kalau ditanam padi saja, katakanlah satu hektar bisa 5-6 ton dikalikan saja 4 kali sudah 20-24 juta sekali panen. Karena air melimpah di sana bisa tiga kali panen, hitung saja, bisa 72 juta ton sama dengan produksi nasional kita hanya di satu kabupaten bayangkan,” kata Presiden seperti yang dikutip dari AntaraNews.

Untuk meningkatkan produksi pangan nasional, Jokowi rencanya akan membagikan lahan seluas 9 juta hektar kepada rakyat. Jokowi menjelaskan, pengumpulan lahan lahan tersebut membutuhkan waktu satu setengah tahun. Namun, hingga saat ini pemerintah belum bisa membagikan lahan tersebut karena belum menemukan skema yang tepat.

“Sampai sekarang belum ketemu jurusnya. Gimana yang sudah diberi juga tidak dijual, itu jurusan belum ketemu. Jadi saya stop dulu, jangan diberikan sebelum kita memiliki sebuah skema yang benar dalam pembagian itu,” kata Presiden saat acara pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Istana Negara Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Disamping itu, Jokowi juga menyatakan kesedihannya mendengar laporan bahwa Indonesia masih melakukan impor pangan. Beberapa pangan yang bisa ditanam, kenyataannya masih diimpor, seperti buah, jagung, dan beras.

“Saya kalau dengar yang namanya impor pangan itu sedih banget,” ujarnya.

Meski demikian, Jokowi meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kepala desa, penyuluh, peneliti, petani secara bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia meminta, tahun depan, untuk fokus membangun embung, waduk sebanyak-banyaknya guna membuat penyimpanan air guna mendukung produksi pangan. Untuk itu, ia meminta, tidak ada lagi laporan masalah impor pangan. Toh, sumber daya alam Indonesia mampu memproduksinya.

“Jangan sampai jagung impor lah, buah impor, kedelai masih impor, garam masih impor. Masa sih, kita tidak bisa memproduksi itu. sumber daya alam kita, tanah kita semuanya sangat mendukung untuk berproduksi dan bisa bersaing dengan negara lain,” katanya. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.