Penyakit Antraks yang menyerang kulit | Foto : surverlianmaros

PROGRES,ID, YOGYAKARTA – Setelah melalui uji laboratorium, 16 warga Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, DIY, dinyatakan positif terserang penyakit anthraks. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah menetapkan temuan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Guna mencegah penyebaran penyakit ini, Pemkab bersama dinas terkait telah melakukan serangkaian upaya penanganan baik terhadap warga maupun hewan ternak.

Kasus ini bermula dari November hingga Desember 2016, belasan orang memeriksakan diri ke Puskesmas Girimulyo II dengan gejala penyakit kulit.

“Gejalanya kulit melepuh, merah, kering dan menghitam. Kebetulan semuanya terkena di kulit,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Bambang Haryatno, seperti diberitakan Detik.com, Rabu (18/1/2017).

Awalnya, warga yang kesemuanya berasal dari Desa Purwosari tersebut sempat dikira terkena gigitan serangga tomcat. Dalam perkembangannya, 12 orang telah dinyatakan sembuh dan 4 orang dalam proses pemulihan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo kemudian mendatangkan tim dokter kulit dari RSUP Dr Sardjito, Jogja, untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Setelah uji labor, ditemukanlah indikasi antraks tersebut.

Penanganan hewan terinfeksi Antraks harus menggunakan pakaian khusus sesusai Strandar WHO | Foto : indonesiadailynews

Dilihat dari gejalanya yang sama, kata Bambang, 12 orang sebelumnya yang telah sembuh juga terindikasi antraks. Tak hanya itu, Pemkab Kulon Progo juga melakukan pemeriksaan terhadap sisa hewan yang disembelih dan hasilnya positif antraks.

Sebagaimana dilansir oleh krjogja.com, pada November 2016 silam, diketahui ada hewan sempoyongan sehingga oleh warga dipotong dan dagingnya ada yang dikonsumsi tapi sebagian disimpan. Sebulan kemudian, Desember muncul gejala sakit dan jumlahnya sampai hari ini ada 16 orang. Selain pada warga, serangan antraks juga telah menyebabkan satu ekor sapi dan empat kambing warga tewas.

“Setelah diinformasikan pada Jumat (13/01/2017), saya langsung minta dilakukan identifikasi secara menyeluruh termasuk mendata warga dan pada Senin (16/01/2017) diambil tindakan penyemprotan. Koordinasi dilakukan bersama Dinkes dan Dinas Pertanian. Kami juga sudah menggelar rapat melibatkan para dukuh,” tutur Sekretaris Daerah Kulon Progo, Ir Astungkoro, dikutip dari krjogja.com (18/1)

16 warga yang terindikasi antraks tersebut telah ditangani. Sedangkan tujuh desa di Kecamatan Girimulyo masih terus dalam pemantauan Pemkab Kulon Progo.

Seperti diketahui, Anthrax bisa menular ke manusia jika memakan daging hewan yang terinfeksi atau juga menghirup spora bakteri dari produk hewan terinfeksi, misalnya kulit hewan yang dikeringkan. Antraks pada manusia bisa menyerang kulit, paru-paru dan pencernaan. Akibatnya akan mematikan jika sudah menyerang paru-paru. Namun jika menyerang kulit, masih dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang tersedia. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.