gempa aceh
Kerusakan akibat gempa Aceh | Foto: Bbc.com

PROGRES.ID, JAKARTA – Berdasarkan informasi BMKG, gempa yang terjadi di wilayah Pidie Jaya, Aceh Rabu pukul 05.03 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami. Menurut Kepala Badan Geologi Jakarta Ego Syahrial pihaknya telah menurunkan Tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM ke lokasi.

Gempa yang berpusat di darat pada koordinat 5,19 LU dan 96,38 BT, dengan magnitudo 6,4 SR pada kedalaman 10 km, berjarak 35,8 km barat Kota Bireun dan 51,1 km tenggara juga dirasakan di daerah Bireun, Sigli dan pesisir Aceh bagian utara dan timur.

“Masyarakat diminta agar tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa dan tsunami,” katanya seperti yang dilkutip Antara Rabu, (7/12/16).

Walaupun demikian, Ego juga meminta, masyarakat tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Sedikitnya 30 korban gempa yang mengalami luka riangn dan berat, terutama patah tulang akibat tertimpa bangunan kini dirawat di RSUD Pidie Jaya. Sementara itu, ada puluhan bangunan yang roboh seperti rumah dan masjid.

Seperti yang dilansir Detik.com, Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan untuk sementara tercatat ada 18 korban yang meninggal dunia. Dan hingga saat ini tim evakuasi dan dibantu dengan alat berat masih melakukan pencarian.

“Informasi terakhir ada 18 orang meninggal dunia, evakuasi masih terus dilakukan,” ujar Said.

Hingga saat ini, gempa susulan masih terus terjadi. Akan tetapi, tren kekuatannya menurun. Tak ada yang sampai mencapai angka 6,5 SR. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.